Tiga siswa SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan Sidoarjo berhasil mengharumkan nama sekolah dalam ajang Muhammadiyah Education (ME) Awards 2026. Ketiganya meraih medali perunggu (bronze medalist) setelah bersaing dalam babak final bersama peserta terbaik dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur.
ME Awards 2026 digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026). Ajang yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bekerja sama dengan UMM tersebut diikuti lebih dari 3.000 peserta dari 217 sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Mengusung tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader”, ME Awards 2026 menjadi ruang kompetisi sekaligus apresiasi bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan berprestasi. Kompetisi mencakup berbagai bidang akademik, kreativitas, dan inovasi pendidikan.
Enam Wakil Smamuga, Tiga Tembus Final
Wakil Kepala Smamuga Bidang Kesiswaan Delta Suryani Wahyu, M.Pd., mengatakan sekolah mengirimkan enam siswa untuk mengikuti ME Awards 2026. Dari enam peserta tersebut, tiga di antaranya berhasil menembus babak final dan masing-masing meraih medali perunggu. Ketiga siswa tersebut adalah:
- Dzaky Dwi Fikri S. – Kelas XII F2, Medali Perunggu Olimpiade Kimia.
- Nabila Eka Putri S. – Kelas XII F3, Medali Perunggu Olimpiade Ekonomi.
- Nur Hidayatul F. – Kelas XI F5, Medali Perunggu Esai Bahasa Arab.
Menurut Delta, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Para siswa telah melalui proses pembinaan bersama guru pendamping sebelum mengikuti kompetisi.
“Peserta didik kami berjuang keras, dimulai dari pembinaan bersama guru pendamping masing-masing hingga tiba pada hari perlombaan. Mereka harus bersaing dengan peserta dari sekolah-sekolah yang memiliki kualitas dan prestasi,” ujarnya.
Diuji di Babak Penyisihan hingga Final
Perjuangan ketiga siswa Smamuga semakin berat karena harus melewati tahapan kompetisi yang ketat.
Pada babak penyisihan, peserta harus mengerjakan soal dan mengikuti proses seleksi dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 50 orang. Dari tahap tersebut kemudian dipilih 15 peserta terbaik untuk melaju ke babak final.
Menariknya, rangkaian penyisihan hingga final berlangsung pada hari yang sama dengan waktu yang berdekatan. Delta mengaku bangga melihat mental dan kepercayaan diri siswa Smamuga selama mengikuti kompetisi.
“Yang membanggakan, peserta didik kami tetap percaya diri, mengerjakan rangkaian perlombaan dengan tenang dan fokus. Dari babak penyisihan hingga masuk 15 besar, kemudian mengikuti final pada hari yang sama,” ungkapnya.
Setelah menyelesaikan babak final, ketiga siswa tersebut harus menunggu hasil pengumuman dengan perasaan tegang. Hingga akhirnya kabar membanggakan datang. Mereka berhasil meraih posisi ketiga atau medali perunggu di masing-masing cabang yang diikuti.
“Alhamdulillah, Allah mengijabah setelah perjuangan maksimal dilakukan. Mereka bersaing dengan sangat ketat di antara peserta SMA, SMK, dan MA. Posisi ketiga ini patut kami syukuri dan apresiasi,” tutur Delta.
Sekolah Support Penuh Pengembangan Potensi Siswa
Delta menegaskan, prestasi tersebut semakin menguatkan komitmen Smamuga untuk meningkatkan pembinaan siswa yang memiliki kompetensi dan bakat di berbagai bidang.
Sekolah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan kepada siswa yang ingin mengembangkan potensi melalui olimpiade maupun berbagai kompetisi lainnya.
“Kami akan tetap fokus meningkatkan pembinaan kepada siswa-siswi yang memiliki kompetensi dan bakat untuk diwujudkan melalui olimpiade maupun lomba-lomba lainnya. Sekolah akan mendukung penuh siswa yang ingin mengembangkan potensinya di berbagai bidang,” jelasnya.
Tidak hanya bidang akademik, Smamuga juga memberikan perhatian terhadap prestasi nonakademik, seperti olahraga dan keagamaan.
“Intinya, sekolah akan berusaha menjadi yang terbaik, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi Jawa Timur maupun nasional,” tambah guru Bahasa Inggris tersebut.
Biaya Kompetisi Ditanggung Sekolah
Salah satu bentuk keseriusan sekolah dalam mendukung prestasi siswa adalah memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan peserta selama mengikuti kompetisi.
Delta menjelaskan, meskipun biaya pendaftaran ME Awards tidak sedikit, sekolah berkomitmen agar siswa tidak terbebani biaya tersebut.
“Sekolah support 100 persen penuh dengan tidak membebankan biaya kepada wali siswa. Semoga ini juga memotivasi teman-temannya yang lain,” katanya.
Menurutnya, prestasi tiga siswa Smamuga tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani mengenali dan mengembangkan potensi masing-masing.
Smamuga Bidik Prestasi Akademik dan Olahraga
Sementara itu, Wakil Kepala Smamuga Bidang Humas menegaskan bahwa pengembangan prestasi siswa ke depan tidak hanya akan diarahkan pada bidang akademik.
Sekolah juga akan memperkuat pembinaan di bidang olahraga, terutama cabang olahraga yang menjadi minat siswa dan didukung oleh fasilitas yang tersedia di Smamuga.
“Kami ingin melahirkan atlet-atlet yang memiliki potensi sesuai bidang olahraga masing-masing. Sekolah akan mendukung mereka, baik melalui pelatihan, pembinaan maupun saat mengikuti pertandingan,” jelasnya.
Ia menambahkan, masih banyak potensi siswa yang mungkin belum terlihat atau belum mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, sekolah akan melibatkan guru dan wali kelas untuk membantu menemukan bakat tersebut.
“Kami meminta seluruh dewan guru dan wali kelas untuk melihat dan melakukan pemetaan terhadap anak-anak yang memiliki potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Potensi itu perlu diangkat, dipromosikan, dan dimotivasi agar bisa berkembang,” ujarnya.
Prestasi Tiga Siswa, Pesan untuk Seluruh Siswa
Capaian tiga medali perunggu dalam ME Awards 2026 bukan sekadar tambahan koleksi prestasi bagi Smamuga. Lebih dari itu, prestasi tersebut menunjukkan bahwa ketika bakat siswa dipertemukan dengan pembinaan, kesempatan, dan dukungan sekolah, potensi itu dapat berkembang menjadi prestasi.
Dzaky, Nabila, dan Nur Hidayatul telah menunjukkan bahwa keberanian untuk berkompetisi menjadi bagian penting dari proses belajar. Mereka tidak hanya membawa pulang sertifikat dan medali, tetapi juga pengalaman menghadapi persaingan, mengelola tekanan, menjaga fokus, dan membangun kepercayaan diri.
Bagi Smamuga, capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus membuka ruang prestasi bagi seluruh siswa. Dari kelas menuju kompetisi, dari bakat menjadi prestasi, dan dari prestasi menuju generasi Muhammadiyah yang siap menjadi pemimpin masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments