Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Tim WERKUDARA dari Program Studi Teknik Sipil UMY berhasil meraih Juara 2 pada Lomba Beton Nasional yang digelar Universitas Tarumanagara melalui inovasi beton ramah lingkungan berbahan limbah serat sabut kelapa atau cocofiber.
Prestasi tersebut diraih setelah tim menjalani proses riset dan pengujian intensif selama tujuh bulan di laboratorium. Inovasi beton berbasis cocofiber yang mereka kembangkan dinilai mampu meningkatkan kualitas beton sekaligus mendukung konsep konstruksi berkelanjutan.
Ketua Tim, Dewa Tri Puja, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut bukanlah perjalanan yang singkat. Sebelum mencapai babak final, mereka harus melewati berbagai tahapan yang ketat. Mulai dari pendaftaran, seleksi proposal, hingga pengujian sampel beton yang memakan waktu persiapan selama kurang lebih tujuh bulan.
“Rasanya sangat senang bisa mendapatkan Juara 2 dari perlombaan ini. Semua rasa lelah selama berbulan-bulan melakukan pengujian di laboratorium akhirnya terbayarkan,” ujar Dewa saat diwawancarai pada Selasa (26/5/2026).
Proses persiapan ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Sejak Oktober 2025, mereka harus mencari material yang tepat dan melakukan pengujian bahan. Mereka bahkan berkali-kali mengalami kegagalan sebelum akhirnya menemukan formula beton yang sempurna untuk dikompetisikan.
Perjuangan berat mereka juga harus berlangsung di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Dewa menyebut laboratorium kampus telah menjadi “rumah kedua” bagi timnya. Hampir setiap hari waktu mereka dihabiskan untuk membuat dan menguji sampel beton.
Salah satu momen paling berkesan adalah ketika mereka harus membuat sampel beton saat bulan Ramadan. Mereka rela bekerja mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WIB demi menghasilkan kualitas beton terbaik.
“Tantangan terbesar saya sebagai ketua tim adalah mengatur anggota karena kami berasal dari kelas dan jadwal kuliah yang berbeda. Namun, alhamdulillah semuanya bisa dihadapi bersama,” katanya.
Dalam kompetisi ini, Tim WERKUDARA UMY membawa inovasi yang bertajuk “Pemanfaatan Limbah Serat Sabut Kelapa (Cocofiber) pada Inovasi Reactive Powder Fiber Concrete”.
Inovasi ini memanfaatkan limbah ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas dan kekuatan mekanis dari beton. Penggunaan bahan organik ini menjadi salah satu keunggulan utama yang memikat dewan juri.
“Kami punya jargon sendiri, yaitu ‘Tak Gentar untuk Maju Sampai Membawa Piala ke Kampus Sang Surya’. Kalimat itu yang terus menguatkan kami selama perlombaan,” ungkap Dewa.
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari kekompakan, kegigihan, serta semangat juang yang tinggi. Meski harus bersaing dengan berbagai universitas besar di Indonesia, termasuk tim finalis dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tim UMY tetap optimistis hingga akhir.
Dewa juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak universitas dan Program Studi Teknik Sipil UMY. Dukungan penuh serta fasilitas laboratorium yang memadai membuat mereka dapat fokus mengembangkan inovasi tanpa terbebani masalah biaya.
Ke depan, Dewa berharap inovasi beton ramah lingkungan yang dikembangkan timnya dapat terus disempurnakan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri konstruksi. Ia juga berharap pencapaian ini mampu memotivasi mahasiswa UMY lainnya untuk terus berani berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments