SD Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi qur’ani yang berkualitas.
Sabtu (07/02/2026), SD Muhdelta menggelar kegiatan Pra Munaqosyah 1 untuk kategori Tartil serta Tahfidz Juz 29 dan 30 menggunakan Metode Ummi.
Kegiatan ini menjadi langkah awal pemetaan kemampuan siswa dalam baca-tulis dan hafalan Al-Qur’an. Sebanyak 44 siswa-siswi kelas atas nampak antusias mengikuti setiap tahapan ujian yang telah disesuaikan dengan standar Ummi Foundation.
Instrumen Penting
Ketua pelaksana kegiatan, Idha Arofil Fajriyah, menjelaskan esensi dari Pra Munaqosyah 1 ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian puncak atau Munaqosyah.
Indikator penilaian dalam kegiatan ini sangat komprehensif, meliputi pemahaman ilmu Ghorib dan Tajwid, kekuatan hafalan (tahfidz), serta kelancaran (fashohah) bacaan Al-Qur’an para siswa.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa tidak hanya sekadar hafal secara lisan, tetapi juga benar-benar paham hukum-hukum bacaannya secara mendalam” tutur Idha.
“Pra Munaqosyah 1 ini menjadi barometer sejauh mana efektivitas pembelajaran Al-Qur’an di kelas selama satu tahun terakhir ini” ujar Idha di sela-sela kesibukannya memantau jalannya ujian.
Suasana di lokasi kegiatan berlangsung khidmat namun tetap hangat. Siswa dipanggil satu per satu untuk duduk berhadapan dengan tim penguji yang kompeten.
Bagi siswa yang dinyatakan lolos dalam tahap pertama ini, mereka berhak mengantongi tiket menuju tahapan berikutnya, yaitu Pra Munaqosyah 2 yang rencananya akan terlaksana pada 11 April 2026 mendatang.
Tujuan Seleksi Ketat
Proses seleksi yang ketat ini bukan tanpa alasan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas lulusan SD Muhdelta agar memiliki standar bacaan yang sesuai dengan kaidah tartil yang benar.
Bagi siswa yang belum mencapai standar nilai minimal, sekolah tidak melepas begitu saja. Mereka akan mendapatkan bimbingan intensif tambahan (remedial) agar tetap bisa mengejar ketertinggalan dan memperbaiki kualitas bacaannya sebelum ujian tahap kedua tiba.
Kepala SD Muhdelta, M Saifudin Zuhri MPd memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an bukan sekadar nilai di rapor, melainkan identitas utama dari siswa sekolah Muhammadiyah.
“Pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an adalah pilar utama kami di SD Muhdelta. Melalui Pra Munaqosyah 1, kita sedang menyiapkan mental dan spiritual anak-anak agar mereka tidak hanya unggul di bidang akademik umum, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kokoh sebagai bekal masa depan” ungkapnya.
Lebih lanjut, Saifudin berharap sinergi antara sekolah dan rumah terus terjaga. “Kami sangat berharap para orang tua terus mendampingi dan mendukung putra-putrinya dalam melakukan muraja’ah (mengulang hafalan) di rumah” terangnya.
“Dengan kolaborasi yang baik, semangat siswa dalam mencintai Al-Qur’an akan semakin meningkat, dan mereka akan siap menghadapi Munaqosyah akhir dengan hasil yang membanggakan” pungkas Saifudin.





0 Tanggapan
Empty Comments