Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMM Berangkatkan 56 Mahasiswa KKN Internasional ke Tiga Negara

Iklan Landscape Smamda
UMM Berangkatkan 56 Mahasiswa KKN Internasional ke Tiga Negara
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperluas kiprahnya di tingkat global dengan memberangkatkan 56 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Para mahasiswa dijadwalkan berangkat pada 21 Juli 2026 menuju Thailand, Taiwan, serta dua wilayah di Malaysia, yakni Penang dan Selangor.

Pelepasan peserta KKN Internasional dilakukan pada Jumat (17/7/2026). Selama 25 hari, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi pengabdian.

Selain berinteraksi dengan masyarakat setempat, mereka juga akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi mitra, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta berbagai pemangku kepentingan di negara tujuan. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman internasional sekaligus membangun jejaring akademik yang bermanfaat bagi pengembangan karier maupun studi lanjutan.

Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd., menjelaskan bahwa KKN Internasional merupakan bagian dari komitmen UMM dalam menghadirkan kampus yang berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang membawa inovasi sesuai kebutuhan masyarakat di negara tujuan.

“Mahasiswa di sana menjadi bagian dari diplomasi Indonesia melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, UMM menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari pendampingan mahasiswa, koordinasi dengan KBRI, hingga jejaring dengan universitas mitra dan masyarakat lokal.

Dukungan itu diharapkan mampu memperlancar pelaksanaan KKN sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik maupun studi lanjut bagi para peserta.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada proses pembelajaran di ruang kuliah.

Menurutnya, mahasiswa perlu berhadapan langsung dengan berbagai persoalan nyata di masyarakat agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung sekaligus memperluas wawasan global.

“Modal terpenting dalam KKN Internasional adalah kemampuan berkomunikasi lintas budaya. Ketika mampu memahami kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, mahasiswa akan menjadi pribadi yang lebih adaptif, lebih terbuka terhadap perubahan, serta memiliki cara pandang yang lebih luas dalam menghadapi berbagai persoalan,” tuturnya.

Nazar menilai pengalaman internasional menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain memperkuat kompetensi akademik, peserta KKN Internasional juga akan belajar membangun komunikasi lintas budaya, menghargai keberagaman, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.

Ia berharap pengalaman tersebut mampu menjadi nilai tambah yang tidak diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas, sekaligus melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, memiliki kepedulian sosial, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat internasional.

Revisi Oleh:
  • Satria - 18/07/2026 13:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu