Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Umsida Gelar Kajian Subuh tentang Kebahagiaan Hidup

Iklan Landscape Smamda
Umsida Gelar Kajian Subuh tentang Kebahagiaan Hidup
Kajian Rutin ba'da Subuh Masjid Baiturrohim UMSIDA 2 Candi Sidoarjo Bahas Kebahagiaan Dunia dan Akhirat (Ali Muchsin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Hidayatullah, M.Si., menegaskan bahwa kebahagiaan hidup tidak hanya ditentukan oleh ilmu dan keterampilan, tetapi juga sikap yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan dalam Kajian Rutin Masjid Baiturrohim Umsida 2 Candi pada Sabtu (9/5/2026).

Kajian bertema “Meraih Kebahagiaan Hidup” tersebut diikuti jamaah masjid dan sivitas akademika Umsida. Dalam penyampaiannya, Dr. Hidayatullah menjelaskan bahwa setiap manusia pada hakikatnya menginginkan kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat.

Menurutnya, hal tersebut sebagaimana doa yang diajarkan Allah SWT dalam Al-Qur’an melalui QS. Al-Baqarah ayat 201 tentang permohonan kebaikan dunia dan akhirat.

Ia menjelaskan bahwa Allah telah membekali manusia dengan tiga modal utama, yaitu ilmu (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude). Namun, ia menilai sikap yang baik menjadi faktor penting dalam kehidupan seseorang.

“Ilmu dan keterampilan penting, tetapi sikap yang baik akan memudahkan seseorang memperoleh ilmu sekaligus meningkatkan keterampilannya,” ujarnya.

Dalam kajian tersebut, ia juga mengutip nasihat Imam Al-Ghazali bahwa siapa yang menginginkan dunia harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan akhirat juga dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan keduanya pun harus dengan ilmu.

UMSIDA Gelar Kajian Subuh tentang Kebahagiaan Hidup
Kajian Masjid Baiturrohim Umsida Angkat Tema Kebahagiaan (Ali Muchsin/PWMU.CO)

Selain itu, Dr. Hidayatullah mengingatkan pentingnya memiliki orientasi hidup yang seimbang, yakni mengejar kehidupan akhirat tanpa melupakan kebutuhan dunia. Penjelasan tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Qashash ayat 77.

Ia kemudian menjelaskan empat golongan manusia dalam kaitannya dengan kehidupan dunia dan akhirat, yaitu mereka yang memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, bahagia di dunia tetapi sengsara di akhirat, sengsara di dunia tetapi bahagia di akhirat, serta sengsara di dunia dan akhirat.

Menurutnya, manusia perlu berupaya agar memperoleh kehidupan yang baik di dunia sekaligus keselamatan di akhirat.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan bahwa kebahagiaan manusia memiliki empat dimensi utama, yakni fisik, intelektual, spiritual, dan sosial. Ia menyebut banyak kegelisahan yang muncul di era modern berkaitan dengan tidak terpenuhinya salah satu dimensi tersebut, terutama dimensi spiritual.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga hati agar tetap tenang melalui dzikir serta menjauhi penyakit hati seperti iri, sombong, dan dengki. Selain itu, keluarga harmonis dan anak yang shalih juga disebut sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan yang baik.

Menurutnya, rasa syukur dapat membantu seseorang merasa cukup dan terhindar dari kegelisahan. Ia juga mengingatkan pentingnya bersabar dalam menghadapi ujian hidup dengan tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui sabar dan salat.

Selain itu, Dr. Hidayatullah menekankan pentingnya bersungguh-sungguh dalam menjalani berbagai aktivitas, baik ibadah, belajar, maupun bekerja.

Menutup kajiannya, ia mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari ketenangan hati dan kedekatan kepada Allah SWT.

“Dengan menjaga hati, memperbanyak dzikir, bersyukur, sabar, dan bersungguh-sungguh dalam kebaikan, insyaAllah manusia akan meraih kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 09/05/2026 23:41
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡