Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wakil Gubernur Jatim: IPM Menjadi Tempat Mengasah Tanggung Jawab Kader

Iklan Landscape Smamda
Wakil Gubernur Jatim: IPM Menjadi Tempat Mengasah Tanggung Jawab Kader
Sambutan Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak dalam Kegiatan Musywil XXIV IPM Jatim (Foto: Ahmad Hoiron/PWMU.CO)
Oleh : Ahmad Hoiron
pwmu.co -

Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jatim di BBPPMPV BOE Malang, Sabtu (4/7/2026).

Dalam sambutannya, Emil Dardak menekankan bahwa mengikuti organisasi merupakan salah satu cara untuk membentuk karakter dan mengasah tanggung jawab.

Menurutnya, kader yang mampu bertanggung jawab terhadap organisasi akan lebih siap memikul tanggung jawab yang lebih besar sebagai warga bangsa.

“Tanggung jawab bisa diasah melalui banyak hal. Dengan mengikuti organisasi IPM, adik-adik sudah memilih untuk mengasah tanggung jawab dalam berorganisasi. Jika sudah siap bertanggung jawab kepada organisasi, saya optimistis adik-adik juga akan siap bertanggung jawab kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Emil juga mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang telah memberikan banyak manfaat bagi Indonesia.

Ia menilai Muhammadiyah merupakan gerakan yang telah diakui jasa dan kontribusinya, baik dalam perjuangan menuju kemerdekaan maupun dalam memajukan pendidikan dan kesehatan melalui amal usaha yang dimilikinya.

“Muhammadiyah adalah gerakan yang telah diakui kontribusi dan jasanya, baik dalam perjuangan menuju kemerdekaan Republik Indonesia maupun dalam memajukan pendidikan dan kesehatan melalui amal usahanya,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Lebih lanjut, Emil mengajak para pelajar untuk memaknai intelektualitas secara lebih luas. Menurutnya, intelektualitas tidak cukup diwujudkan melalui kemampuan berbicara atau menghasilkan karya tulis semata apabila tidak mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Kita berada di persimpangan jalan dalam memaknai intelektualitas. Jangan sampai intelektualitas hanya diwujudkan melalui retorika atau karya tulis yang tidak menyentuh persoalan di masyarakat. Intelektualitas yang berjarak dengan realitas hanya akan melahirkan arogansi menara gading,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap menghargai peran kaum intelektual. Menurutnya, penghargaan terhadap intelektualitas akan mendorong produktivitas dan melahirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Bagi Emil, pelajar tidak boleh menjauh dari realitas kehidupan masyarakat. Justru melalui keterlibatan langsung dalam organisasi dan pengabdian kepada masyarakat, pelajar akan memahami persoalan yang sebenarnya sekaligus mampu menghadirkan solusi yang relevan.

“Jangan sampai status sebagai pelajar justru menjauhkan kita dari realitas masyarakat. Ketika memahami dunia nyata, kita tidak akan terjebak pada arogansi intelektualitas. Kita akan memahami persoalan masyarakat, salah satunya melalui pengabdian di IPM,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Zahra Putri Pratiwig - 04/07/2026 21:44
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu