Pembukaan Musyawarah Daerah (Musyda) XXIV Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Malang berlangsung semarak di Gedung Gajayana Malang, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Mulai dari unsur pemerintah daerah, pimpinan Muhammadiyah, hingga jajaran pimpinan IPM, termasuk Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin.Musyda XXIV mengusung tema “Ex Melting Pot, Ad Futurum: Forging Beyond The Optimum”.
Tema ini menjadi semangat bagi kader IPM untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan gerakan pelajar yang relevan dengan tantangan zaman.
Peran IPM Bangun Kesadaran
Dalam sambutannya, Ali Muthohirin menekankan pentingnya peran IPM dalam membangun kesadaran advokasi di kalangan pelajar, khususnya terhadap berbagai persoalan yang menyangkut perlindungan anak dan perempuan.
Menurutnya, gerakan IPM perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang mampu menjawab persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
“Kader-kader dalam konteks yang lebih aplikatif bagaimana kemudian gerakan IPM dapat mengadvokasi kasus-kasus seperti kekerasan terhadap anak, pembullyan, kekerasan seksual baik pada anak maupun perempuan. Kesadaran advokasi harus menjadi dasar pergerakan IPM” pesan Ali Muthohirin dalam pembukaan Musyda XXIV PD IPM Kota Malang.
Pesan tersebut menegaskan bahwa organisasi pelajar tidak hanya menjadi ruang pengembangan kepemimpinan dan intelektualitas. Tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menumbuhkan kepedulian, keberanian bersikap, serta keberpihakan terhadap kelompok yang membutuhkan perlindungan.
Pembukaan Musyda XXIV turut dihadiri Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita SS, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang Prof Dr Abdul Haris MA.
Kemudian hadir Ketua Umum PW IPM Jawa Timur Yuda Wahyu serta Ketua Umum PD IPM Kota Malang Almas NEM.
Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan turut memberikan dorongan agar IPM terus menjadi ruang kolaborasi yang inklusif bagi pelajar untuk mengembangkan kapasitas intelektual, memperkuat nilai keislaman, serta melahirkan gagasan dan gerakan yang berdampak bagi masyarakat.
Buat Bangga Mamumtaza
Pembukaan Musyda XXIV juga menjadi momen membanggakan bagi keluarga besar MA Muhammadiyah 1 Plus Malang (Mamumtaza).
Pimpinan Ranting IPM Mamumtaza periode ke-41 bersama para alumni turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ini. Kebanggaan semakin terasa dengan terpilihnya dua alumni Mamumtaza, Fachrudin Ad’han Tohari sebagai Ketua Umum dan Restyan Ardiana Saputri sebagai Sekretaris Umum PD IPM Kota Malang.
Sebanyak 10 siswa dan siswi Mamumtaza yang tergabung dalam delegasi PR maupun PC IPM serta enam alumni yang aktif di tingkat PC dan PD IPM turut mengikuti forum Musyda.
Partisipasi ini menjadi wujud keberlanjutan pengaderan dan kontribusi Mamumtaza dalam gerakan pelajar Muhammadiyah.
Melalui momentum Musyda XXIV, diharapkan kader IPM semakin mampu menghadirkan gerakan yang progresif, inklusif, dan responsif terhadap persoalan sosial.
Pesan Wakil Wali Kota Malang tentang pentingnya advokasi menjadi pengingat bahwa kepemimpinan pelajar tidak cukup hanya dengan gagasan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata bagi sesama.





0 Tanggapan
Empty Comments