SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau Mudipat kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga.
Dalam ajang Wali Kota Cup Surabaya 2026 yang digelar pada 23–24 Mei 2026 di kawasan Unesa Lidah Wetan, tim woodball Mudipat sukses meraih juara umum dengan torehan 17 medali.
Pada kejuaraan yang diselenggarakan IWBa Kota Surabaya tersebut, Woodball Mudipat memborong 5 medali emas, 3 medali perak, dan 9 medali perunggu.
Prestasi itu diraih setelah para atlet muda Mudipat bersaing dengan peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
Dalam kompetisi tersebut, Mudipat menurunkan 19 atlet yang tampil dalam berbagai nomor pertandingan.
Keberhasilan menjadi juara umum dinilai bukan hanya hasil latihan teknik semata, tetapi juga buah dari kekuatan mental dan kekompakan tim.
Pelatih Woodball Mudipat, Coach Romli, mengatakan bahwa kejuaraan semacam ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi anak-anak, terutama dalam membangun mental bertanding.
“Kejuaraan yang diikuti anak-anak ini tidak hanya melatih fisik tetapi juga mental. Di lapangan ada yang menangis, tetapi kita harus kasih motivasi bahwa semua ini proses,” ujarnya.
Menurut Romli, menghadapi tekanan pertandingan pada usia anak-anak bukan perkara mudah.
Karena itu, para pelatih tidak hanya fokus pada teknik permainan, tetapi juga pendampingan emosional agar para atlet tetap percaya diri saat bertanding.
Sementara itu, Coach Aris melihat semangat juang atlet Woodball Mudipat menjadi salah satu kekuatan terbesar tim selama mengikuti kejuaraan.
“Saya melihat anak-anak Mudipat ini semangatnya luar biasa. Antar atlet pun juga saling support. Pada saat mau memasuki lapangan mereka saling memberikan afirmasi positif,” katanya.
Ia menilai budaya saling mendukung antarpemain membuat suasana tim menjadi lebih hangat dan penuh energi positif.
Hal tersebut turut memengaruhi mental bertanding anak-anak di lapangan.
Tak hanya pelatih dan atlet, dukungan orang tua juga disebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan Mudipat meraih juara umum.
Penanggung jawab tim, Veni, mengungkapkan bahwa perjuangan para atlet selalu ditemani doa dan dukungan penuh dari wali murid.
“Di balik semangatnya anak-anak terdapat wali murid yang sabar menunggu sambil berdoa untuk anaknya yang sedang berjuang di lapangan,” tuturnya.
Menurutnya, kekompakan antara sekolah, pelatih, atlet, dan orang tua menjadi fondasi kuat dalam pembinaan olahraga di Mudipat.
“Kekompakan wali murid dan full support untuk anak-anak ini salah satu keberhasilan Mudipat meraih juara umum dalam kejuaraan Wali Kota Cup Surabaya 2026,” tambahnya.
Salah satu atlet peraih medali emas, Alraf Neo dari kelas 3H, mengungkapkan rasa bahagianya setelah berhasil membawa pulang medali untuk sekolahnya.
“Papa dan mama yang selalu semangati saya, dan menemani setiap saya latihan. Saya ingin mendapatkan medali lebih banyak lagi,” ucap Alraf penuh semangat.
Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Woodball Mudipat sebagai salah satu sekolah dasar yang konsisten melahirkan atlet-atlet muda berbakat di cabang olahraga woodball.
Selain mengejar prestasi, sekolah juga menanamkan nilai sportivitas, kerja keras, disiplin, dan solidaritas kepada para siswa.
Ke depan, tim pelatih berharap prestasi Woodball Mudipat tidak berhenti di level daerah maupun nasional saja.
Mereka optimistis para atlet muda tersebut memiliki peluang berkembang hingga tingkat internasional.
“Harapannya woodball Mudipat tidak hanya berhasil di nasional, semoga bisa sampai go internasional,” ujar tim pelatih.





0 Tanggapan
Empty Comments