Upaya peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah Muhammadiyah terus diperkuat melalui kegiatan Pendidikan Khusus Kepala Sekolah dan Pengelola (Diksuspala) 2026.
Lebih lanjut, kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Kegiatan Diksuspala 2026 berlangsung pada Senin (27/7/2026) pukul 08.00–14.00 WIB di SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz).
Adapun program ini menjadi bagian dari strategi Muhammadiyah dalam mencetak pemimpin pendidikan yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Puluhan Kepala Turut Berpartisipasi
Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak semarak dengan kehadiran para peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Mereka hadir dengan semangat tinggi untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus memperkaya wawasan dalam pengelolaan sekolah.
Sebanyak 23 calon kepala sekolah mengikuti kegiatan ini. Kehadiran mereka tidak hanya untuk menerima materi pelatihan, tetapi juga untuk belajar secara langsung dari praktik baik yang telah diterapkan di SD Mumtaz.
Kegiatan ini dirancang secara terpadu, memadukan pendekatan teoritis dan praktis, sehingga peserta memperoleh gambaran nyata mengenai tata kelola sekolah yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah 1 Taman, Rahadian Arif Rahman SS MAP menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.
Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dengan menggali berbagai informasi yang dibutuhkan.
“Selamat datang di SD Mumtaz. Silakan mengadaptasi hal-hal baik yang ada di sini, dan jangan ragu untuk menanyakan segala sesuatu hingga tuntas” ujarnya.
Di samping itu, Rahadian juga menegaskan bahwa kekuatan manajemen di SD Mumtaz terletak pada sistem kerja tim yang terstruktur dan berbasis kepercayaan.
Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki wakil kepala sekolah dan kepala urusan di setiap bidang yang diberi kewenangan untuk mengelola program sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing.
“Setiap bidang kami beri ruang untuk berkembang. Dengan kepercayaan tersebut, setiap tim dapat berinovasi dan bekerja secara optimal” tambahnya.
Budaya kerja yang terbuka dan kolaboratif tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Hal ini mendorong mereka untuk aktif berdiskusi serta menggali lebih dalam berbagai strategi yang telah diterapkan di Mumtaz.
Pilar Utama Pengembangan Sekolah
Selanjutnya, pemaparan materi tersampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman, Fatchul Mubarok SThI MPd.
Dalam paparannya, ia menjelaskan arah pengembangan sekolah melalui pembaruan visi dan misi. Ia menegaskan bahwa visi terbaru SD Mumtaz adalah “menjadi sekolah Islam modern, bermutu global, dan berbasis digital.”
Visi tersebut tidak hanya menjadi pernyataan normatif, tetapi diwujudkan dalam berbagai program konkret. Penguatan nilai-nilai keislaman, peningkatan mutu akademik, serta integrasi teknologi digital menjadi pilar utama dalam pengembangan sekolah.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era global yang menuntut inovasi dan adaptasi berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pembelajaran berjalan dinamis dan interaktif. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan sekolah di masing-masing lembaga.
Memasuki sesi tanya jawab, antusiasme peserta semakin terlihat. Tak sedikit peserta yang ingin berdiskusi lebih mendalam dengan tim SD Mumtaz. Berbagai pertanyaan diajukan, mencerminkan ketertarikan mereka terhadap praktik baik yang diterapkan di sekolah tersebut.
Topik yang dibahas meliputi internalisasi nilai-nilai sekolah, pengelolaan sarana dan prasarana, strategi membangun sinergi tim (building synergy), serta upaya sekolah dalam menumbuhkan kebersamaan dan merancang desain lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan.
Bagaimana Pengelolaan Program?
Salah satu peserta, Dwi Riwayanti SPd dari MI Muhammadiyah 1 Jombang, mengajukan pertanyaan terkait program native speaker di SD Mumtaz.
“Bagaimana sistem kerja sama dengan native speaker di SD Mumtaz, serta bagaimana pengelolaannya agar program tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan?” tanyanya.
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam diskusi, mengingat program pembelajaran berbasis bahasa asing semakin relevan dalam menghadapi tantangan global.
Tim SD Mumtaz kemudian menjelaskan bahwa kerja sama dengan native speaker dilakukan secara terencana. Mulai dari proses seleksi, penyesuaian kurikulum, hingga pengelolaan kegiatan pembelajaran agar selaras dengan visi sekolah.
Diskusi berlangsung hangat dan produktif. Para peserta tidak hanya memperoleh jawaban atas pertanyaan yang diajukan, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan program serupa di sekolah masing-masing dengan penyesuaian yang relevan.
Selain sebagai forum pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jejaring antar pengelola pendidikan Muhammadiyah.
Para peserta saling bertukar ide, pengalaman, serta strategi dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks dan dinamis.
Sebagai tuan rumah, SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Hal ini sejalan dengan semangat “World Class Education” yang diusung, yakni menghadirkan pendidikan yang unggul secara akademik, berkarakter, berwawasan global, serta berbasis teknologi.
Melalui kegiatan Diksuspala 2026, Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur kembali menegaskan pentingnya transformasi kepemimpinan di era modern.
Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader) yang mampu menginspirasi, menggerakkan, dan menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah.
Di akhir kegiatan, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh.
Dengan demikian, Diksuspala tidak sekadar menjadi kegiatan formal, tetapi menjadi langkah nyata dalam mencetak pemimpin pendidikan Muhammadiyah yang visioner, inovatif, dan berdaya saing global.





0 Tanggapan
Empty Comments