Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Yogurt Desa: KKN MAs Kelompok 21 Kenalkan Olahan Susu Sapi Bernilai Tambah di Desa Pait

Iklan Landscape Smamda
Yogurt Desa: KKN MAs Kelompok 21 Kenalkan Olahan Susu Sapi Bernilai Tambah di Desa Pait
Ibu-ibu Senam Lansia Desa Pait antusias mengikuti kegiatan pengenalan dan praktik pembuatan yogurt dari susu sapi murni bersama mahasiswa KKN MAs Kelompok 21. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

KKN MAs Kelompok 21 Desa Pait mengenalkan pengolahan susu sapi murni menjadi yogurt kepada ibu-ibu senam lansia sebagai upaya membuka peluang pengembangan produk lokal bernilai tambah.

Susu sapi murni menjadi salah satu potensi utama sekaligus sumber mata pencaharian penting bagi warga Desa Pait, Kecamatan Kasembon. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 21 mengajak ibu-ibu senam lansia Desa Pait untuk mengenal pengolahan susu sapi murni menjadi yogurt.

Kegiatan bertajuk Yogurt Desa tersebut dilaksanakan pada Kamis (21/8/2026). Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MAs Kelompok 21 memperkenalkan proses fermentasi pangan sekaligus membuka wawasan masyarakat tentang peluang pengembangan produk lokal yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan diawali dengan pengenalan sederhana mengenai yogurt dan proses fermentasi. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa yogurt dibuat melalui proses fermentasi dengan bantuan bakteri baik yang mengubah sebagian laktosa dalam susu menjadi asam laktat.

Proses tersebut menyebabkan perubahan pada rasa, aroma, tekstur, dan kekentalan susu hingga menjadi yogurt. Penjelasan disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar peserta dapat memahami bahwa fermentasi bukanlah proses yang rumit dan sebenarnya sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu anggota KKN MAs Kelompok 21, Alifia Azzahra, mengatakan bahwa susu segar yang menjadi potensi Desa Pait memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan.

“Bu, susu segar dari desa kita ini ternyata bisa dibuat menjadi yogurt yang enak dan sehat. Siapa tahu dari yang sederhana ini nanti bisa menjadi peluang usaha juga,” ujarnya.

Anggota KKN MAs Kelompok 21 lainnya, Raisya Najwatu Zahra, menjelaskan bahwa pembuatan yogurt dapat dilakukan dengan peralatan sederhana yang tersedia di rumah.

“Membuatnya tidak sulit dan tidak memerlukan alat canggih atau mahal. Cukup menggunakan panci dan wadah yang sudah ada di dapur ibu-ibu,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menambahkan, proses inkubasi yogurt juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai peralatan rumah tangga untuk menjaga suhu tetap hangat.

“Bisa menggunakan panci yang dibungkus kain tebal, termos nasi, atau disimpan di dalam magic com yang sudah dimatikan. Kebetulan di desa kita belum ada produk olahan susu seperti ini. Jadi, ini bisa menjadi peluang bagi ibu-ibu untuk maju bersama dan menjadi pelopor produk yogurt khas Desa Pait,” tambahnya.

Praktik Pembuatan Yogurt

Setelah sesi pengenalan, para peserta diajak melihat langsung proses pembuatan yogurt. Susu sapi murni terlebih dahulu dipanaskan untuk membantu menjaga keamanan bahan. Setelah itu, susu didinginkan hingga mencapai kondisi yang sesuai sebelum ditambahkan starter yogurt.

Setelah semua bahan tercampur merata, susu disimpan dalam wadah tertutup dan dibiarkan menjalani proses fermentasi hingga membentuk tekstur yogurt.

Selama kegiatan, para ibu juga diajak memperhatikan berbagai perubahan yang terjadi pada susu selama proses fermentasi. Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar bersama dalam memahami pengolahan pangan.

Bagi KKN MAs Kelompok 21, kegiatan Yogurt Desa tidak sekadar menjadi praktik membuat makanan. Pengolahan susu sapi murni menjadi yogurt juga dapat menjadi contoh bagaimana bahan lokal yang sederhana dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah.

Terlebih, apabila produk tersebut dikemas dan dipasarkan secara menarik, pengolahan susu menjadi yogurt berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Pait. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MAs Kelompok 21 berharap masyarakat semakin terdorong untuk melihat dan mengembangkan potensi bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu