Deru ombak pagi di Pantai Paseban, Kencong, Jember, seolah kalah riuh oleh semangat ratusan kader perempuan Muhammadiyah. Sejak pukul 07.00 WIB, sebanyak 500 kader dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Cakru sukses “menguningkan” kawasan pesisir dalam rangka Milad ke-109 Masehi/112 Hijriyah Aisyiyah.
Kehadiran ratusan peserta dengan seragam kuning khas ini bukan sekadar agenda rekreasi. Mereka merayakan milad organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut dengan konsep yang segar dan penuh makna melalui Outbound Dakwah Kemanusiaan.
Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi kader perempuan. Unsur Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), Ikatan Guru Aisyiyah (IGA), Nasyiatul Aisyiyah (NA), hingga kader muda IPMawati se-Cabang Cakru tampak melebur dalam suasana penuh keakraban.
Menyegarkan Semangat Dakwah
Ketua panitia milad, Siti Khusnaini, S.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan konsep outbound di kawasan pantai dilakukan untuk menyegarkan kembali semangat perjuangan para kader, terutama yang bergerak di tingkat akar rumput.
“Memasuki usia ke-109, tantangan dakwah semakin kompleks. Melalui kegiatan di alam terbuka ini, kami ingin mempererat ukhuwah sekaligus merefleksikan kembali perjuangan para tokoh pendahulu dengan cara yang menggembirakan,” ujarnya di sela kegiatan.
Sepanjang acara, suasana kebersamaan terasa begitu kuat. Sekat antara pimpinan senior dan kader muda nyaris tak terlihat. Seluruh peserta terlibat aktif dalam berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kekompakan, konsentrasi, dan kerja sama tim.
Kehadiran kader muda dari PCNA dan IPMawati turut memberi energi baru. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa proses regenerasi perempuan berkemajuan di Cabang Cakru berjalan dinamis dan berkelanjutan.
Membawa Pulang Semangat Perdamaian
Selain menghadirkan suasana kebersamaan, kegiatan milad juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang Aisyiyah dalam berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.
Terdapat dua fokus utama yang ditekankan dalam kegiatan ini, yakni memperkuat syiar dan silaturahmi antar warga Aisyiyah se-Cabang Cakru, serta merefleksikan kiprah historis Aisyiyah sebagai gerakan perempuan yang konsisten menebar kemaslahatan.
Salah satu peserta dari PRA Cakru mengaku bersyukur atas konsep kegiatan tahun ini. Menurutnya, tema perdamaian yang diusung memiliki makna mendalam dan relevan dengan peran perempuan di tengah masyarakat.
“Tema perdamaian yang kami usung bukan sekadar slogan. Perempuan harus menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Dari pinggir pantai ini, kami membawa semangat perdamaian itu pulang ke rumah dan ke ranting masing-masing,” ungkapnya penuh semangat.
Keseruan acara ditutup dengan pembagian berbagai doorprize yang telah disiapkan panitia. Seusai menikmati kebersamaan dan berbagai permainan, para peserta pulang dengan semangat baru untuk terus menguatkan dakwah kemanusiaan, memastikan ‘Aisyiyah tetap menjadi pilar sosial yang kokoh di wilayah Cakru dan sekitarnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments