Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Cukup Aktif Berorganisasi, Generasi Muda Juga Harus Punya Skill: PCNA Buduran Gelar Kelana

Iklan Landscape Smamda
Tak Cukup Aktif Berorganisasi, Generasi Muda Juga Harus Punya Skill: PCNA Buduran Gelar Kelana
Peserta dan Panitia tampak bahagia dengan hasil craftingnya. (Noor Millah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompetitif, generasi muda tidak hanya dituntut mampu berorganisasi, berkomunikasi, dan bekerja dalam tim. Mereka juga perlu memiliki soft skill, kreativitas, serta kemampuan untuk melihat peluang dan mengubah keterampilan menjadi sesuatu yang bernilai.

Semangat tersebut coba diwujudkan oleh Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Buduran melalui kegiatan Kelana (Kelas Latihan Nasyiah), yang digelar di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Ahad (23/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB tersebut diikuti oleh belasan peserta. Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran dipilih sebagai lokasi kegiatan sekaligus menjadi salah satu pusat gerakan dakwah para putri Muhammadiyah di wilayah Buduran.

Kelana merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk memberikan berbagai pelatihan kepada kader Nasyiatul Aisyiyah di Buduran, khususnya, serta generasi muda muslimah pada umumnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berorganisasi, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas.

Pada pelaksanaan kali ini, PCNA Buduran menghadirkan Tsabitah Khoirul Insani sebagai narasumber. Perempuan muda kreatif tersebut dikenal berhasil mengembangkan keterampilan dan kreativitasnya menjadi salah satu sumber tambahan penghasilan.

Mengusung tema The Blooming Hands: “Mekar dalam Karya, Berdampak untuk Sesama”, peserta diajak untuk belajar sekaligus berkarya bersama melalui kegiatan crafting dengan membuat bucket kreatif yang memiliki konsep berbeda dari produk yang umum ditemukan di pasaran.

Bukan sekadar mendengarkan materi, peserta justru diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan apa yang dipelajari. Panitia PCNA Buduran telah menyediakan berbagai alat dan bahan crafting yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung.

Konsep pembelajaran dibuat dengan komposisi sekitar 30 persen materi dan 70 persen praktik. Dengan konsep tersebut, peserta dapat lebih banyak mengeksplorasi kreativitas, mencoba secara langsung, sekaligus menghasilkan karya yang dapat mereka bawa pulang.

Wadah bagi Perempuan Muda

Ketua PCNA Buduran, Rifatul Hidayah, menyampaikan bahwa Kelana menjadi salah satu bentuk komitmen organisasi dalam memberikan ruang kepada perempuan muda untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Menurutnya, kegiatan bertema The Blooming Hands tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membuka wawasan mengenai berbagai kemungkinan yang dapat dikembangkan dari sebuah keterampilan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kegiatan ini merupakan pelatihan dan pengembangan soft skill khusus perempuan. Ke depannya, dengan adanya kegiatan seperti ini, selain dapat meng-upgrade skill peserta, kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat membuka wawasan dan ide kreatif untuk menciptakan sebuah bisnis,” ujar Rifa.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melihat bahwa sebuah keterampilan sederhana dapat memiliki nilai lebih apabila dikembangkan dengan kreativitas dan kemauan untuk terus belajar.

Bagi generasi muda, pengalaman semacam ini juga menjadi bekal penting. Kemampuan membuat sebuah karya, menyampaikan ide, berkomunikasi, bekerja bersama, menyelesaikan sebuah tugas, hingga melihat peluang usaha merupakan bagian dari soft skill yang akan sangat dibutuhkan dalam kehidupan.

Organisasi pun akhirnya tidak hanya menjadi tempat untuk belajar kepemimpinan dan bekerja dalam tim, tetapi juga menjadi ruang untuk bertumbuh secara lebih luas.

Ruang Belajar Kreatif

Kelana menjadi salah satu upaya PCNA Buduran untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih kreatif bagi kader dan generasi muda muslimah. Semangatnya sederhana, tetapi memiliki dampak yang besar: setiap perempuan muda diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk masa depan.

Sebab, generasi muda yang hanya aktif berorganisasi tanpa memiliki keterampilan untuk dikembangkan akan menghadapi tantangan yang semakin besar. Sebaliknya, ketika pengalaman berorganisasi berjalan beriringan dengan soft skill, kreativitas, dan keberanian melihat peluang, akan lahir generasi yang tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat.

Jangan sampai generasi muda kita hanya sibuk menjadi panitia dan hadir dalam berbagai kegiatan, tetapi tidak membawa pulang kemampuan baru.

Karena organisasi seharusnya bukan hanya tempat untuk belajar memimpin, tetapi juga tempat untuk belajar berkarya. Dan generasi muda yang hebat bukan hanya mereka yang aktif bergerak, melainkan mereka yang mampu mengubah keterampilan menjadi karya, karya menjadi peluang, dan peluang menjadi sesuatu yang berdampak bagi sesama. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 24/08/2026 12:10
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu