Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mencintai Nabi SAW, Wujud Keimanan dan Ittiba’

Iklan Landscape Smamda
Mencintai Nabi SAW, Wujud Keimanan dan Ittiba’
Kajian bersama Ustadz Syakirin
pwmu.co -

Mencintai Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dengan mengucapkan rasa cinta, tetapi perlu diwujudkan dengan mengikuti akhlak, sunah, dan tuntunan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Ustadz K.H. Ahmad Syakirin Asmu’i, Lc., dalam Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan PDM Kota Batu di Masjid At-Taqwa Kota Batu, Ahad (13/9/2026).

Mengangkat tema “Mencintai Nabi SAW, Wujud Keimanan dan Ittiba’” yang merujuk pada Q.S. Ali Imran ayat 31, Ustadz Syakirin menjelaskan bahwa ittiba’ berarti mengikuti dan menelusuri jejak Rasulullah SAW serta menjadikan beliau sebagai teladan.

Menurut Ustadz Syakirin, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari. Seorang muslim tidak hanya mengingat Rasulullah SAW, tetapi juga menjadikan akhlak dan tuntunan beliau sebagai pedoman dalam mengambil sikap.

“Ittiba’ itu menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pikiran kita harus selalu ada Rasulullah sebagai contoh. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, sudah sesuaikah yang kita lakukan dengan tuntunan Rasulullah?” jelasnya.

Ia menjelaskan, seorang muslim yang mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya harus menjalani kehidupan sesuai aturan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Setiap perbuatan, lanjutnya, juga perlu dipertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Kehidupan seorang muslim tidak semestinya hanya berorientasi pada kepentingan diri sendiri.

“Jangan hidup semaunya sendiri. Kita harus memikirkan apakah yang kita lakukan berdampak negatif kepada orang lain atau tidak. Aturan atau syariat itu merupakan jalan yang menuntun kita menuju surga, tempat kembali yang seharusnya,” tuturnya.

Ustadz Syakirin kemudian memberikan contoh persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya kebiasaan merokok.

Menurutnya, seorang muslim perlu mempertimbangkan dampak dari kebiasaan tersebut, termasuk apakah aktivitas yang dilakukan dapat mengganggu atau memberikan dampak kepada orang lain.

SMPM 5 Pucang SBY

Hal itu menjadi bagian dari upaya menerapkan tuntunan Islam dalam kehidupan nyata. Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada ungkapan, tetapi juga tercermin dalam sikap yang memperhatikan kemaslahatan orang lain.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Syakirin menyampaikan tiga bentuk nyata ittiba’ kepada Rasulullah SAW.

Pertama, mengikuti kemuliaan akhlak Rasulullah SAW dalam berkata dan berbuat. Di antaranya dengan membiasakan diri bersikap jujur, murah senyum, serta berbuat baik kepada tetangga, baik muslim maupun nonmuslim.

Kedua, menghidupkan sunah Rasulullah SAW dalam berbagai aktivitas kehidupan. Hal tersebut dapat dilakukan mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur dengan berusaha mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Ketiga, memperbanyak membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW, terutama pada hari Jumat.

Ketiga hal tersebut menjadi bentuk konkret dari kecintaan kepada Rasulullah SAW. Ittiba’ bukan sekadar pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan melalui kebiasaan dan perilaku sehari-hari.

“Mengikuti Rasulullah memang tidak mudah. Namun, kita harus terus berupaya meniru akhlak dan perbuatan beliau. Itulah salah satu bukti bahwa kita benar-benar mencintai Rasulullah,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 17/09/2026 08:40
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu