Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Pondok Tahfidz Putri Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar Language Festival, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh IPM Bagian Bahasa ini mengusung tema “One Voice, One Message, One Ummah.” Tema tersebut memiliki makna menyatukan bahasa, menyampaikan pesan kebaikan, serta menjadikan bahasa sebagai sarana dakwah untuk membangun persatuan umat.
Language Festival diikuti seluruh santriwati Pondok Tahfidz Putri Al Mizan dan dihadiri para dewan asatidzah Kampus 3. Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara yang mendorong santriwati untuk berani tampil, berkomunikasi, dan mengembangkan potensi berbahasa.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Ketua Panitia, Rana Aulia, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada para ustadzah yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada ustadzah yang telah mendukung acara ini dan teman-teman IPM yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Juga kepada seluruh santri Pondok Tahfidz Putri Al Mizan yang luar biasa,” ungkapnya.
Rana juga menjelaskan makna tema yang diangkat. Menurutnya, One Voice, One Message, One Ummah menjadi pesan bahwa perbedaan bahasa tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menyampaikan kebaikan.
Bahasa, lanjutnya, dapat menjadi media untuk berdakwah, membangun komunikasi, dan mempererat persaudaraan. Dengan kemampuan bahasa yang baik, santriwati diharapkan mampu menyampaikan pesan Islam dengan lebih luas dan mudah diterima.
Tiga Pesan untuk Santriwati
Sementara itu, Wakil Kepengasuhan Tahfidz Putri, Ustadzah Reni Prasetyawati, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Language Festival menyampaikan tiga pesan penting kepada para santriwati.
Pertama, menunjukkan potensi diri selama mengikuti perlombaan. Ia mendorong seluruh peserta agar tidak ragu untuk tampil dan memberikan kemampuan terbaik.
Kedua, menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, kompetisi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga belajar menghargai teman, menerima hasil, dan menjaga persaudaraan.
Ketiga, membiasakan disiplin dalam segala hal. Kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kehidupan santri, baik dalam belajar, beribadah, mengikuti kegiatan maupun menjalankan amanah.
Rangkaian Language Festival kemudian berlangsung dengan berbagai penampilan dan kegiatan yang melibatkan para santriwati.
Kegiatan ditutup dengan penampilan mahakarya santri, yang menjadi salah satu bagian menarik dari rangkaian acara. Penampilan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi santriwati untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian mereka di hadapan para asatidzah dan teman-temannya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments