Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

700 Wali Santri Hadiri Silaturahim Ponpes Al-Ishlah, Pengasuh Kenang Awal Berdirinya Pesantren

Iklan Landscape Smamda
700 Wali Santri Hadiri Silaturahim Ponpes Al-Ishlah, Pengasuh Kenang Awal Berdirinya Pesantren
Jajaran Pimpinan Ponpes Al-Ishlah Sendangagung sambut wali santri baru tahun pelajaran 2026-2027 dengan agenda silaturrahim, Sabtu 4 Juli 2026. Foto Gondo Waloyo
pwmu.co -

Sekitar 700 wali santri baru memadati terop di Lapangan Maidanul Ma’had Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Sabtu (4/7/2026). Mereka mengikuti agenda Silaturahim Tahunan bersama pengasuh sebagai rangkaian penyambutan santri baru.

Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin Pondok Pesantren Al-Ishlah untuk menyambut santri baru Tahun Pelajaran 2026/2027. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program dan tata tertib pondok kepada para wali santri.

Silaturahim dihadiri jajaran pimpinan pondok, di antaranya Pengasuh Ponpes Al-Ishlah, Drs. KH. Muhammad Dawam Saleh, Wakil Pengasuh sekaligus Ketua STIQSI Lamongan, Drs. KH. Agus Salim Syukran, M.Pd.I, Ketua Yayasan H. Ahmad Thohir, S, Syaikh Khoir Abdel Sattar (utusan Al-Azhar Mesir), Kepala SMP Muhammadiyah 12 Paciran, Aminuddin, M.Pd., Kepala Madrasah Aliyah Al-Ishlah, Muhammad Arromuharmuzi, M.Pd.I., serta Kepala MDTW Al-Ishlah, H. Abdul Kholiq, S.Pd.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Dawam Saleh mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh wali santri baru. Ia kemudian mengenang perjalanan awal berdirinya Pondok Pesantren Al-Ishlah.

“Dari Gontor Ponorogo dan dilanjut mengabdi di Ponpes Pabelan Magelang Jawa Tengah sambil kuliah UGM, saya berkeinginan mendirikan pesantren dan diizinkan oleh ayah saya dengan diberikan sebidang tanah, separo untuk wakaf pondok, setengahnya untuk rumah saya,” kenang kiai kelahiran 1953 tersebut.

Ia menceritakan bahwa Pondok Pesantren Al-Ishlah berdiri pada tahun 1986 dengan hanya 10 santri. Perjuangan awal itu mendapat dukungan dari H. Ahmad Thohir, almarhum Imron Rodli, serta masyarakat Sendangagung.

“Alhamdulillah, dalam 10 tahun terakhir santri kita berkembang menjadi sekitar 2.000,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

KH. Dawam juga menyoroti dampak positif keberadaan pondok terhadap perkembangan lembaga pendidikan formal di sekitarnya, khususnya SMP Muhammadiyah 12 Paciran.

“SMPM 12 Paciran saat Ponpes Al-Ishlah belum ada masih sedikit sekali muridnya. Dan kini setelah ada pondok dan bersinergi, sekolah yang berdiri lebih awal menjadi lebih banyak jumlah muridnya. Kini jumlahnya di atas 1000,” pungkasnya.

Menurutnya, sinergi antara pondok pesantren dan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperluas kepercayaan masyarakat.a

Selain jajaran pimpinan pondok, kegiatan juga dihadiri staf Bidang Cashless serta tim pengasuhan santri putra dan putri.

Melalui agenda silaturahim tahunan ini, Pondok Pesantren Al-Ishlah berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara pondok dan keluarga dalam mendampingi proses pendidikan serta pembinaan karakter santri selama menempuh pendidikan di pesantren.

Revisi Oleh:
  • Satria - 04/07/2026 14:36
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu