Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan sinergi pendampingan Cabang, Ranting, Masjid, dan pengembangan perkaderan.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) dalam rangkaian kegiatan Kader Camp ‘Aisyiyah Jawa Timur yang berlangsung di Agro Mulia Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi dua unsur strategis Persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun basis gerakan di tingkat akar rumput. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan LPCRPM Jawa Timur serta Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas organisasi, kaderisasi, dan pelayanan dakwah kepada masyarakat.
Ketua LPCRPM Jawa Timur, Dr. Hasan Ubaidillah, S.E., M.M., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mengonsolidasikan kekuatan gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat Cabang dan Ranting.
“Kerja sama ini sangat strategis. Ini merupakan momentum penting untuk menguatkan sinergi pergerakan ‘Aisyiyah dan LPCRPM di tingkat bawah,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendampingan tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah Cabang dan Ranting, tetapi juga dari meningkatnya kualitas kelembagaan serta kemampuan organisasi dalam menjawab tantangan zaman.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam model pendampingan yang akan dikembangkan secara bersama, yaitu penguatan kelembagaan, perkaderan yang berkelanjutan, dan kemandirian ekonomi. Ketiga aspek tersebut diyakini menjadi fondasi penting bagi terwujudnya Cabang, Ranting, dan Masjid yang hidup, mandiri, serta mampu menjadi pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Nur Mukarromah, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa sinergi kelembagaan merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi dinamika perkembangan organisasi.
Ketua Majelis Perkaderan ‘Aisyiah Jawa Timur. Ir. Hafifah Imtihanah juga menegaskan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan kuantitas Cabang dan Ranting sekaligus memperkuat kualitas tata kelola organisasi serta sistem kaderisasi yang berkelanjutan.
“Perlu sinergi untuk peningkatan kuantitas Cabang dan Ranting. Secara kualitas juga diperlukan penguatan kelembagaan dan strategi kaderisasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam implementasinya, kedua belah pihak sepakat menggunakan pendekatan Cabang, Ranting, dan Masjid sebagai satu kesatuan ekosistem dakwah. Pendekatan ini menempatkan Cabang sebagai pusat koordinasi dan penggerak wilayah, Ranting sebagai ujung tombak pelayanan umat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sedangkan Masjid selain menjadi pusat ibadah, masjid berperan sebagai pelayanan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
Melalui integrasi ketiga elemen tersebut, diharapkan lahir model pembinaan yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan mampu memperkuat keberadaan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah hingga ke tingkat komunitas.
Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang tidak hanya memperkuat kelembagaan Persyarikatan, tetapi juga memperluas dampak dakwah Islam Berkemajuan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, kaderisasi yang berkesinambungan, serta penguatan ekonomi umat berbasis Cabang, Ranting, dan Masjid. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments