Salah satu atlet Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang 128 Sambikerep, Dwi Anggraini Nurul Laili, berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) SNPMB 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ia diterima pada Program Studi Manajemen Olahraga jenjang Sarjana.
Keberhasilan tersebut menjadi capaian baru bagi Dwi Anggraini Nurul Laili atau yang akrab disapa Aini setelah menjalani proses pendidikan dan aktivitas olahraga secara bersamaan. Selama ini, ia aktif sebagai atlet pencak silat sekaligus menjalani pendidikan di SMA Negeri 13 Surabaya.
Aini dikenal aktif mengikuti berbagai kejuaraan pencak silat di berbagai tingkat pertandingan. Selama menjadi atlet, ia telah mengikuti sejumlah kompetisi tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Aktivitas tersebut dijalani bersamaan dengan proses pendidikan formal yang ditempuhnya.
Saat ini, Aini tercatat sebagai Kader Muda di Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimda 06 Kota Surabaya. Lingkungan perguruan menjadi bagian dari proses pembinaan yang dijalaninya selama berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi olahraga.
Ketua Cabang 128 Sambikerep, Anang Dony Irawan, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang dijalani Aini selama menempuh pendidikan dan pembinaan olahraga.
“Keinginan Aini untuk melanjutkan pendidikan di Unesa akhirnya menjadi kenyataan. Program Studi Manajemen Olahraga dipilih karena sesuai dengan minat dan pengalaman yang telah lama ditekuninya di dunia olahraga,” ujar Anang Dony Irawan.
Program studi tersebut dipilih karena berkaitan dengan pengalaman Aini di bidang olahraga, khususnya pencak silat. Selain melanjutkan pendidikan, ia juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan manajerial olahraga serta berkontribusi dalam pembinaan atlet muda di masa mendatang.
Keberhasilan lolos SNBT 2026 tersebut mendapat apresiasi dari keluarga besar Tapak Suci Sambikerep. Capaian itu dinilai menjadi motivasi bagi kader dan atlet muda lainnya untuk tetap menjalankan pendidikan di tengah aktivitas latihan dan kompetisi olahraga.
Selain dukungan dari perguruan, proses pendidikan dan pembinaan yang dijalani Aini juga melibatkan peran keluarga dan sekolah. Dukungan tersebut membantu dirinya menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan kegiatan olahraga yang telah lama ditekuni.
Prestasi yang diraih Aini menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dan pendidikan dapat berjalan beriringan. Melalui pengalaman tersebut, ia diharapkan dapat terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun olahraga. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments