Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Salat Iduladha PCM Kutoarjo Dipadati Jamaah, Khutbah Soroti Spirit Kurban

Iklan Landscape Smamda
Salat Iduladha PCM Kutoarjo Dipadati Jamaah, Khutbah Soroti Spirit Kurban
Ribuan Jamaah Padati Alun-Alun Kutoarjo, PCM Kutoarjo Serukan Spirit Salat dan Kurban untuk Kepedulian Sosial
pwmu.co -

Ribuan jamaah memadati Alun-Alun Kutoarjo pada Rabu pagi, 10 Zulhijah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 27 Mei 2026 Masehi untuk mengikuti pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kutoarjo.

Sejak pagi buta, jamaah dari berbagai wilayah mulai berdatangan dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan pribadi bersama keluarga. Suasana religius terasa kuat ketika gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang di kawasan pusat kota tersebut.

Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Kegiatan tahunan itu menjadi salah satu agenda besar Muhammadiyah di wilayah Kutoarjo sekaligus momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Salat Iduladha dipimpin oleh Dr. Hermawan, M.Pd.I., yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Ia dikenal aktif di bidang dakwah dan tabligh serta menjabat sebagai Pleno PCM Kutoarjo dan Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kutoarjo, majelis dan lembaga Muhammadiyah, organisasi otonom, guru dan karyawan amal usaha Muhammadiyah, jamaah pengajian, pengurus masjid dan musala, hingga masyarakat umum.

Ketua PCM Kutoarjo, H. Moh. Mansur, S.Pd.I., mengatakan pelaksanaan Salat Iduladha di ruang publik seperti alun-alun memiliki makna penting sebagai syiar Islam sekaligus penguatan persaudaraan umat.

Menurutnya, Iduladha bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga momentum membangun kesadaran spiritual dan kepedulian sosial.

“Salat Iduladha ini menjadi sarana mempererat persaudaraan umat sekaligus menghidupkan semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui ibadah Kurban,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemilihan Alun-Alun Kutoarjo sebagai lokasi pelaksanaan salat bertujuan agar kegiatan tersebut dapat diikuti masyarakat secara luas.

“Alun-alun adalah ruang publik yang terbuka bagi semua. Muhammadiyah ingin menghadirkan dakwah Islam yang inklusif, menyejukkan, dan mempersatukan,” katanya.

Pelaksanaan Salat Iduladha berjamaah di ruang terbuka menjadi simbol persatuan umat Islam. Ribuan jamaah berdiri sejajar tanpa memandang latar belakang sosial, mencerminkan nilai kesetaraan dalam Islam.

Sebagian jamaah datang bersama keluarga sambil membawa sajadah dan tikar. Di sisi lain, relawan Muhammadiyah tampak sigap membantu pengaturan parkir dan barisan jamaah.

Salah seorang jamaah, Ahmad Fauzi, mengaku bersyukur dapat mengikuti Salat Iduladha bersama ribuan umat Islam lainnya di Alun-Alun Kutoarjo.

“Suasananya sangat berbeda. Lebih terasa semangat kebersamaannya. Kita bisa bertemu saudara-saudara sesama muslim dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Siti Nurjanah yang hadir bersama keluarganya.

“Setelah salat biasanya bisa saling menyapa dan bersalaman. Anak-anak juga belajar tentang makna Iduladha dan berbagi,” tuturnya.

Dalam khutbah bertajuk “Salat Mencerahkan Jiwa, Kurban Memberdayakan Sesama”, Dr. Hermawan, M.Pd.I. mengajak jamaah menjadikan Iduladha sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui salat dan kurban.

Ia membuka khutbah dengan mengajak umat Islam memperbanyak rasa syukur atas nikmat kehidupan dan kesempatan bertemu Hari Raya Iduladha.

“Ekspresi syukur kita kepada Allah SWT pada nikmat hari ini adalah dengan menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil untuk Allah SWT,” ujarnya.

Hermawan juga mengingatkan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Khotib berpesan untuk diri sendiri dan kaum muslimin, mari kita tingkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan iman dan takwa, insyaallah kita akan mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat,” katanya.

Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa ibadah kurban memiliki makna mendalam sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kata “kurban”, jelasnya, berasal dari kata qaraba–yaqrabu yang berarti dekat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Maka dengan ibadah kurban diharapkan mampu mentaqarubkan posisi dan interaksi spiritual seseorang lebih dekat kepada Allah,” tuturnya.

Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan hubungan erat antara salat dan kurban sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian terhadap sesama manusia.

“Salat adalah bentuk kesalehan vertikal, sedangkan kurban merupakan kesalehan horizontal yang menghadirkan kepedulian sosial,” jelasnya.

Dalam khutbahnya, Hermawan juga mengulas keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. sebagai inti peringatan Iduladha.

Ia menegaskan bahwa Nabi Ibrahim a.s. tidak hanya mengajarkan pengorbanan melalui kurban, tetapi juga pentingnya menjaga salat sebagai fondasi kehidupan seorang muslim.

Hermawan mengutip doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat.”

Menurutnya, penguatan spiritual harus berjalan beriringan dengan penguatan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita tentang relasi salat dan kurban sebagai dua ibadah yang komprehensif, yakni ibadah vertikal dan horizontal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Iduladha mengandung pesan keikhlasan, kepatuhan, dan pengorbanan total kepada Allah SWT yang relevan diterapkan dalam kehidupan sosial saat ini.

Usai pelaksanaan salat, kegiatan Iduladha dilanjutkan dengan koordinasi penyembelihan hewan Kurban dan distribusi daging kepada masyarakat.

PCM Kutoarjo bersama berbagai amal usaha Muhammadiyah dan warga setempat turut bergotong royong menyukseskan pelaksanaan Kurban.

Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan relawan pemuda Muhammadiyah, Aisyiyah, dan organisasi otonom lainnya dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Salah seorang panitia menyebut kegiatan tersebut bukan hanya milik Muhammadiyah, tetapi menjadi milik seluruh umat dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya milik Muhammadiyah, tetapi milik umat dan masyarakat bersama,” ujarnya.

Pelaksanaan Salat Iduladha di Alun-Alun Kutoarjo sekaligus menjadi wujud dakwah Muhammadiyah yang inklusif, menyejukkan, dan memperkuat persatuan umat.

Melalui tema “Salat Mencerahkan Jiwa, Kurban Memberdayakan Sesama”, PCM Kutoarjo mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat modern yang penuh tantangan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/05/2026 11:35
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu