Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banyuwangi, Kecamatan Manyar, pada Kamis (28/6/2026).
Puluhan siswa dan guru dari SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) berkumpul bersama warga setempat untuk melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan ini sengaja ditempatkan di lokasi yang berbeda-beda di area Cabang Manyar setiap tahunnya agar syiar dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.
Tahun ini, sebanyak 21 guru dan 23 siswa yang ikut serta berkurban di SDMM terjun langsung ke lapangan untuk membagikan hewan kurban dan membaur dengan warga.
Pada baksos kali ini, SDMM berhasil menghimpun dan menyalurkan total 6 ekor sapi dan 3 ekor kambing.
Istimewanya, dari total tersebut, 4 ekor sapi didapatkan dari hasil kurban kolektif siswa, sementara 2 ekor sapi lainnya merupakan kurban mandiri dari dua keluarga murid SDMM yang memercayakan penyalurannya melalui sekolah.
”Kami sangat bersyukur atas tingginya antusiasme dan kepercayaan dari para orang tua wali murid tahun ini. Sinergi antara kurban kolektif sekolah dan kurban keluarga ini membuat jangkauan manfaat baksos kita menjadi lebih luas,” ujar Rizqi Rahman, S.Pd.I., selaku Ketua Panitia Pelaksana Baksos SDMM tahun ini.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus memupuk rasa kepedulian sosial yang nyata di dalam diri siswa sejak dini.
Bukan Sekadar Berbagi, Baksos Jadi Ruang Belajar Nyata
Bagi SDMM, kegiatan baksos Iduladha bukan sekadar ritual pembagian daging setahun sekali. Kegiatan ini dirancang sebagai laboratorium pembelajaran kontekstual yang kaya akan nilai karakter, mulai dari keikhlasan dalam berbagi, empati, gotong royong, hingga kebersamaan antar sesama.
Hebatnya lagi, seluruh proses baksos ini secara tidak langsung terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran (akademik) di sekolah, di antaranya Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk belajar langsung mengenai aspek sosial, tahapan, serta syarat-syarat sah berbagi saat ibadah kurban Iduladha.
Ada juga pembelajaran Matematika ketika murid peserta baksos diajak mempraktikkan ilmu berhitung secara nyata melalui proses menimbang daging kurban sebelum didistribusikan agar adil dan tepat takaran.
Tidak ketinggalan juga pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dalam proses pengolahan hewan kurban SDMM yang dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan, yaitu mengganti penggunaan plastik sekali pakai dengan kotak bambu (besek) guna menjaga kelestarian alam sekitar.
Kepala SDMM, Athiq Amiliyah, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan harapan besarnya terhadap keberlanjutan program ini.
Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke masyarakat memberikan dampak psikologis dan spiritual yang kuat bagi murid SDMM.
”Melalui baksos Iduladha ini, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial dan spiritual yang tinggi. Semoga pembelajaran tentang keikhlasan, empati, dan gotong royong di PRM Banyuwangi ini membekas di hati anak-anak dan membentuk mereka menjadi generasi yang peduli dan siap mengabdi di masyarakat kelak,” pungkas Athiq Amiliyah.
Acara yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan dengan lancar dan tertib. Ditutup dengan proses berbagi daging oleh murid-murid SDMM peserta Baksos Iduladha 1447 H tahun ini yang secara langsung membagikan ke masyarakat sekitar.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments