Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi peran Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (Ummuba) sebagai lembaga pencetak tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bungo dan sekitarnya.
Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka dialog interaktif bertajuk “Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi untuk Mewujudkan SDM Unggul: Peran Strategis Muhammadiyah dalam Mendukung Indonesia Emas 2045” di Kampus Ummuba, Kabupaten Bungo, Kamis (6/8/2026).
Dalam pemaparannya, Fajar Riza Ul Haq menilai Ummuba memiliki posisi strategis karena berperan sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menyiapkan calon guru berkualitas.
Menurutnya, sejarah Ummuba yang berawal dari IKIP sebelum berkembang menjadi universitas menunjukkan komitmen panjang Muhammadiyah dalam membangun dunia pendidikan.
“Ummuba memiliki keunggulan sebagai LPTK yang mendidik calon-calon guru. Kampus ini berawal dari IKIP yang kemudian bertransformasi menjadi universitas. Artinya, Ummuba merupakan produsen calon guru yang menjadi ujung tombak pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kabupaten Bungo dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.
Fajar juga mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Bungo terus meningkat.
Salah satu indikatornya adalah besarnya bantuan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah yang diterima daerah tersebut.
“Berdasarkan data yang kami miliki, Kabupaten Bungo menjadi penerima bantuan rehabilitasi satuan pendidikan terbanyak di Provinsi Jambi. Tahun lalu ada 63 satuan pendidikan yang memperoleh bantuan, dan tahun ini jumlahnya kembali besar, bahkan masih berpotensi bertambah seiring adanya tambahan anggaran revitalisasi sekolah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wamen Fajar menegaskan bahwa sekolah maupun perguruan tinggi swasta bukanlah pesaing lembaga pendidikan negeri, melainkan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut merupakan amanat konstitusi dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
“Semangat kemitraan inilah yang sedang kami bangun di Kemendikdasmen. Bukan karena Menteri dan Wakil Menteri berasal dari Muhammadiyah, tetapi karena amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Dasar mengharuskan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, saya agak heran jika masih ada pemerintah daerah yang meminggirkan sekolah atau perguruan tinggi swasta,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, Fajar juga menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah baru saja meluncurkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai inovasi layanan pendidikan formal jenjang SMA.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu sekolah penyelenggara PJJ berada di Kabupaten Bungo dan akan dikunjunginya untuk melihat pelaksanaan program tersebut.
“Kebetulan salah satu sekolah mitra penyelenggara PJJ berada di Kabupaten Bungo. Besok saya akan mengunjungi sekolah tersebut untuk melihat pelaksanaannya sekaligus berdialog dengan peserta didik. Saya berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak yang belum bersekolah agar tetap dapat mengakses pendidikan melalui sistem PJJ,” ujarnya.
Fajar menegaskan bahwa PJJ merupakan layanan pendidikan formal yang memiliki standar mutu sama dengan sekolah reguler.
“PJJ dilaksanakan sepenuhnya secara non tatap muka, tetapi penjaminan mutunya sama dengan pendidikan formal pada umumnya. Ijazah yang diterima juga sama, sehingga lulusannya memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur seleksi yang berlaku,” jelasnya.
Dialog interaktif tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Muaro Bungo Tri Wahyu Hidayat, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jambi Suhaimi Chan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bungo Triolit Zuliansyah, serta civitas akademika Ummuba.
Dalam sambutannya, Ketua PWM Jambi Suhaimi Chan menyampaikan bahwa pendidikan Muhammadiyah di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Bungo dan sekitarnya, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Saat ini Muhammadiyah sedang mengalami kebangkitan di bidang pendidikan. Beberapa bulan lalu kami mendirikan SMP Muhammadiyah, sementara di Singkut jumlah peserta didik SMK Muhammadiyah mencapai sekitar 900 siswa, dengan 292 siswa baru pada tahun ini,” pungkas Suhaimi Chan.





0 Tanggapan
Empty Comments