KB Aisyiyah 05 dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 04 Surabaya menggelar Bazar Pemuda Cilik untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang mengajak anak-anak belajar berdagang tersebut mencatat hasil penjualan sebesar Rp1.040.000 yang direncanakan untuk santunan anak yatim dan dhuafa.
Mengusung tema “Anak Indonesia Bangga Berbudaya”, kegiatan berlangsung di halaman depan sekolah mulai pukul 07.30 WIB. Suasana pasar tradisional mini tampak dari aktivitas anak-anak yang menawarkan dagangan, melayani pembeli, hingga menghitung uang hasil penjualan.
Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik dengan pembagian peran sesuai kelompok usia. Anak-anak TK B mendapat kesempatan menjadi penjual, sedangkan peserta didik KB dan TK A berperan sebagai pembeli.
Berbekal uang Rp10.000, anak-anak belajar memilih jajanan tradisional yang tersedia di stan bazar. Melalui transaksi sederhana tersebut, mereka dikenalkan pada nilai mata uang, proses jual beli, dan cara menggunakan uang saat berbelanja.
Suasana bazar semakin semarak dengan keberagaman busana peserta. Kelompok Arofah mengenakan pakaian profesi, kelompok Mekkah tampil dengan batik, sedangkan kelompok Madinah mengenakan celemek layaknya pedagang. Sementara itu, peserta didik KB dan TK A turut memeriahkan kegiatan dengan mengenakan pakaian muslim atau pakaian adat beratribut merah putih.
Sebelum bazar dimulai, anak-anak mengikuti doa dan hafalan terpimpin, menyaksikan video edukasi bersama Yakult, serta menikmati pameran hasil karya.
Belajar Berdagang Sambil Berbagi
Di balik kemeriahan bazar, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan kepedulian sosial sejak usia dini. Hasil penjualan sebesar Rp1.040.000 direncanakan untuk diserahkan kepada bendahara kegiatan Open House guna mendukung santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
Kepala TK ABA 04 Surabaya, Lilik Tarwijah, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada wali murid dan guru yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada mama-mama TK B yang penuh semangat menyiapkan jajanan dan stan bazar, wali murid KB dan TK A yang mendukung kegiatan, serta seluruh bunda guru yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran,” ujarnya.
Menurut Lilik, bazar menjadi sarana pembelajaran nyata yang memadukan pendidikan kewirausahaan, pengenalan budaya Indonesia, dan pembentukan karakter sosial.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya menanamkan jiwa kewirausahaan dan kecintaan terhadap budaya bangsa, tetapi juga menumbuhkan karakter kepedulian sosial sejak usia dini,” tutur Lilik.
Melalui Bazar Pemuda Cilik, KB Aisyiyah 05 dan TK ABA 04 Surabaya memadukan pengenalan kewirausahaan, budaya lokal, dan kepedulian sosial. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman bertransaksi, tetapi juga dikenalkan pada pentingnya berbagi dengan sesama. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments