Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA), Dr. Darianto, S.E., M.M., mengajak generasi muda mewujudkan semangat Sumpah Pemuda melalui prestasi, inovasi, penguatan karakter, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Menurutnya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan tonggak persatuan bangsa yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut juga menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi tanpa meninggalkan nilai moral dan kebangsaan.
“Menurut saya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi merupakan tonggak persatuan bangsa yang harus terus kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menekankan pentingnya kontribusi generasi muda bagi bangsa, kegigihan dalam mengembangkan kemampuan, serta kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Darianto menilai, nilai persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu berjalan seiring dengan penguatan integritas dan kemampuan generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman. Keberagaman, menurutnya, merupakan kekuatan yang dapat menjadi modal untuk membangun Indonesia.
Dalam konteks pendidikan tinggi, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan memiliki semangat kebangsaan.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan jati diri, nilai moral, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara,” tuturnya.
Nilai-nilai tersebut relevan dengan tantangan mahasiswa saat ini, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Mahasiswa dituntut terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Selain mengembangkan kemampuan akademik, mahasiswa juga diharapkan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan inovasi, membuka peluang usaha, serta menawarkan solusi atas persoalan di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, capaian pendidikan tidak berhenti pada prestasi pribadi, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Darianto dalam Wisuda IV ITBADLA 2026 pada 24 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan pengabdian di tengah masyarakat.
Lulusan, menurut pesan tersebut, perlu terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan dunia kerja, termasuk perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Kemampuan beradaptasi perlu disertai integritas dan kepedulian sosial agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, semangat patriotik, gigih, dan berempati diharapkan menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa. Dari lingkungan perguruan tinggi, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi insan yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments