SMA Muhammadiyah 4 Surabaya (Smamiv) menggelar kegiatan parenting bagi wali murid sebagai upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang remaja.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (5/9/2026) di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya tersebut mengusung tema “Parenting: Langkah Efektif Melejitkan Potensi Ananda.”
Kegiatan menghadirkan H. Muhammad Syaikhul Islam, SHI., MHI., CMH., CCht., CCH(NGH-USA), CI, seorang Trainer, Motivator, dan Hipnoterapis Klinis. Kehadiran pemateri profesional tersebut memberikan perspektif kepada wali murid mengenai cara memahami karakter, potensi, serta kebutuhan anak di usia remaja.
Sabtu produktif di Smamiv kali ini tidak hanya diisi dengan sesi parenting. Rangkaian kegiatan juga mencakup sesi hipnoterapi serta sosialisasi program Wakil Kepala Sekolah dan Bimbingan Konseling (BK).
Melalui rangkaian tersebut, wali murid mendapatkan informasi mengenai program sekolah, pendampingan peserta didik, hingga berbagai pendekatan yang dapat dilakukan bersama antara sekolah dan keluarga.
Kegiatan berlangsung cukup panjang dengan rangkaian materi dan sesi yang beragam. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme para wali murid. Mereka tetap mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian hingga acara berakhir.
Semangat para wali murid menjadi gambaran bahwa pendidikan anak membutuhkan keterlibatan bersama. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri, begitu pula orang tua. Keduanya perlu membangun komunikasi dan pemahaman yang sejalan agar proses pendampingan anak berjalan optimal.
Dalam sesi motivasi, H. Muhammad Syaikhul Islam menekankan pentingnya perubahan pola komunikasi orang tua ketika anak memasuki usia remaja, khususnya sekitar 16–20 tahun.
“Pada usia remaja, anak tidak cukup hanya diberi aturan. Mereka perlu didengarkan, dipercaya, diarahkan, dan diajak berdiskusi. Orang tua perlu hadir sebagai tempat yang aman bagi anak untuk bercerita, bukan hanya sebagai pemberi perintah.”
Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting ketika anak mulai membangun identitas, mengambil keputusan, dan mempersiapkan diri menuju kemandirian. Karena itu, orang tua perlu memahami bahwa mendampingi anak tidak berarti mengendalikan seluruh pilihan anak.
Komunikasi yang hangat, penghargaan terhadap pendapat anak, serta pemberian batasan yang sehat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan orang tua dan anak.
Kepala SMA Muhammadiyah 4 Surabaya, Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan parenting merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam membangun kolaborasi yang kuat bersama wali murid.
“Kami ingin sekolah dan orang tua memiliki visi yang sama dalam mendampingi anak. Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan pembelajaran di sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga yang mampu memahami, mengarahkan, dan menguatkan mereka. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun sinergi tersebut.”
Ia juga mengapresiasi antusiasme wali murid yang tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
“Meskipun rangkaian kegiatan berlangsung cukup panjang, kami melihat semangat dan perhatian wali murid tetap luar biasa. Ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki kepedulian yang besar terhadap perkembangan putra-putrinya.”
Antusiasme juga disampaikan salah satu wali murid, Bapak Hartono, yang mengikuti kegiatan hingga akhir.
“Kegiatannya memang cukup panjang, tetapi materinya sangat bermanfaat. Kami mendapatkan banyak sudut pandang baru tentang bagaimana menghadapi anak di usia remaja. Tidak hanya tentang cara mendidik, tetapi juga bagaimana berkomunikasi dan memahami kondisi anak.”
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi orang tua bahwa mendampingi anak di usia remaja membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang berbeda.
“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana menjadi orang tua yang mau mendengarkan anak. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya merasa ada beberapa hal dalam pola komunikasi dengan anak yang perlu diperbaiki.”
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas sekaligus PJ kegiatan, Habibatur R.H., M.Sosio., Gr, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Bapak dan Ibu wali murid yang telah menyempatkan hadir di tengah kesibukan masing-masing. Kehadiran dan antusiasme Bapak Ibu menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program sekolah sekaligus kepedulian terhadap tumbuh kembang putra-putri kita.”
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antara sekolah dengan keluarga.
Melalui kegiatan parenting, hipnoterapi, serta sosialisasi program Wakasek dan BK, Smamiv berupaya menghadirkan ruang komunikasi yang lebih luas bagi sekolah dan wali murid.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun pola pengasuhan yang lebih efektif, komunikasi keluarga yang lebih hangat, serta kolaborasi sekolah dan orang tua yang semakin kuat.
Sebab, melejitkan potensi ananda bukanlah pekerjaan satu pihak. Sekolah mendidik, orang tua mendampingi, dan keduanya bersinergi untuk mengantarkan anak menjadi generasi unggul, berakhlak mulia, mandiri, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.






0 Tanggapan
Empty Comments