Pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menjadi salah satu hal yang dipelajari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan saat melakukan kunjungan silaturahmi dan studi pembelajaran ke PCM Gombong, Kabupaten Kebumen, Ahad (11/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan antarcabang sekaligus mempelajari praktik pengelolaan organisasi Muhammadiyah yang telah mengantarkan PCM Gombong meraih predikat Best of the Best PCM se-Indonesia dalam ajang Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award VI 2025 di Banjarmasin.
Rombongan PCM Pekajangan terdiri atas jajaran pimpinan cabang, pengurus Lazismu Kantor Layanan (KL) Pekajangan, serta amil dari tingkat ranting. Mereka tiba di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Gombong sebelum Subuh dan disambut Sekretaris PCM Gombong, Muhammad Ramli, S.H.I., M.H., bersama jajaran Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gombong.
Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan sejumlah AUM di sekitar kawasan Gedung PCM Gombong. Rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah Gombong, SMP Muhammadiyah 1 Gombong, SMA Muhammadiyah Gombong, serta Panti Asuhan Yatim (PAY) Muhammadiyah Gombong.
Di lingkungan PAY Muhammadiyah Gombong, rombongan juga melihat sejumlah unit usaha yang dikembangkan untuk mendukung kemandirian ekonomi, mulai dari bengkel, persewaan kamar kos, hingga peternakan dan budi daya bebek. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kantor Lazismu PCM Gombong.
Berbagai unit tersebut memberikan gambaran mengenai upaya pengembangan organisasi yang tidak hanya bertumpu pada layanan pendidikan dan sosial, tetapi juga pada penguatan sumber daya ekonomi untuk mendukung keberlanjutan kegiatan persyarikatan.
Pengembangan AUM dan Jiwa Kader
Dalam sesi berbagi pengalaman di aula Kantor PCM Gombong, Ketua PCM Gombong, Ir. H. Muhammad Yahya Fuad, S.E., menyampaikan bahwa kedua cabang memiliki sejumlah kesamaan dalam karakter dan pengembangan organisasi. Ia juga mengingatkan bahwa hubungan antara PCM Gombong dan PCM Pekajangan telah terjalin sebelumnya, termasuk melalui kunjungan PCM Gombong ke Pekajangan dan RSIA Pekajangan.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat hubungan persaudaraan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Dalam pemaparannya, Muhammad Yahya Fuad menjelaskan perkembangan Muhammadiyah Gombong, khususnya di bidang kesehatan dan pembangunan rumah sakit.
“Setiap tahun, alhamdulillah, membangun rumah sakit. Dalam tiga tahun terakhir ini, kita di Muhammadiyah punya jaringan dalam untuk memudahkan kerja sama dalam membangun,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan PCM terhadap pengembangan AUM, terutama di bidang pendidikan. Menurutnya, kemajuan amal usaha harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan kader yang memiliki komitmen terhadap persyarikatan.
“PCM harus mendukung berbagai bentuk amal usaha. Itulah Muhammadiyah, harus ada jiwa kader,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya menempatkan pengembangan AUM dan pembinaan kader sebagai bagian yang saling melengkapi. Kemajuan organisasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan usaha, tetapi juga dengan keberlanjutan sumber daya manusia yang akan meneruskan gerakan Muhammadiyah.
Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., mengapresiasi perkembangan PCM Gombong, khususnya dalam pengembangan AUM di bidang kesehatan.
“PCM Gombong luar biasa. Empat tahun punya enam rumah sakit,” ungkapnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian rombongan PCM Pekajangan. Melalui kunjungan ini, mereka berharap dapat memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang bisa menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan organisasi di Pekajangan.
Dalam pemaparan profil organisasi, Wakil Ketua PCM Gombong, Abah Heri Pramono, S.Pd., turut menjelaskan perjalanan dan sejumlah capaian Muhammadiyah Gombong. PCM Gombong diketahui pernah meraih Juara I Nasional dalam ajang Cabang Ranting Award pada 2022, sebelum memperoleh predikat Best of the Best dalam CRM Award VI 2025.
PCM Gombong juga memberikan dukungan terhadap pengembangan Muhammadiyah di luar wilayahnya. Salah satunya melalui dukungan bagi pengembangan Muhammadiyah di Adonara, Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk upaya pembebasan tanah seluas dua hektare untuk menunjang kegiatan persyarikatan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan organisasi tidak hanya berkaitan dengan penguatan AUM di wilayah sendiri, tetapi juga dengan kolaborasi dan dukungan terhadap perluasan dakwah Muhammadiyah.
Kunjungan PCM Pekajangan ke PCM Gombong menjadi ruang bagi kedua cabang untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan organisasi dan pengembangan AUM. Bagi PCM Pekajangan, pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi organisasi sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan amal usaha tetap berjalan bersama penguatan kaderisasi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments