Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) 2026 Kelompok 78 turut ambil bagian dalam program ketahanan pangan yang dilaksanakan Pemerintah Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Mahasiswa terlibat langsung dalam proses penyerahan dan penataan 400 bibit cabai kepada masyarakat RW 06 Desa Jeru, pada Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Pemerintah Desa Jeru yang ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN MAs Kelompok 78 juga turut dilibatkan untuk membantu pemerintah desa dalam proses kegiatan penyerahan hingga penataan bibit cabai di lingkungan RW 06.
Manfaatkan Ruang, Dukung Kebutuhan Pangan
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung di Balai Desa Jeru. Tampak sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Di antaranya pendamping desa, Kepala Desa Jeru beserta perangkat desa, warga RW 06 sebagai penerima manfaat, serta mahasiswa KKN MAs 2026 yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Jeru.
Usai pembukaan, mahasiswa bersama pemerintah desa dan masyarakat melanjutkan kegiatan dengan menempatkan bibit cabai di sepanjang tepi jalan wilayah RW 06. Sebanyak 400 bibit cabai ditata dengan jarak kurang lebih satu meter antarbibit.
Penataan tersebut dilakukan agar bibit dapat tumbuh dengan baik sekaligus memudahkan masyarakat dalam melakukan perawatan.
Keberadaan tanaman cabai di sepanjang jalan juga diharapkan dapat menjadi bagian dari pemanfaatan ruang lingkungan desa untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
Program penyaluran bibit cabai tersebut dibiayai melalui Dana Desa. Pemerintah Desa Jeru menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
Kepala Desa Jeru, Ahmad Saiful Huda, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, khususnya warga RW 06 yang menjadi penerima bibit.
“Dengan adanya program penyerahan bibit ini semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Jeru, khususnya warga RW 06 sebagai penerimanya” ujar Ahmad Saiful Huda.
Menurut Saiful Huda, pemilihan cabai sebagai tanaman yang dibagikan kepada masyarakat juga mempertimbangkan kondisi harga cabai yang kerap mengalami perubahan.
Harga cabai yang tidak selalu stabil dapat menjadi tantangan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Apalagi harga cabai tidak menentu, kadang mahal, kadang turun, sehingga dengan adanya program ini warga bisa memanen dan memanfaatkan cabai secara gratis tanpa harus membeli” lanjutnya.
Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat
Dengan adanya tanaman cabai yang dapat dipanen secara mandiri, harapannya masyarakat dapat memanfaatkan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Selain itu, program tersebut juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai ruang produktif untuk menghasilkan bahan pangan.
Ahmad Saiful Huda menambahkan bahwa program penyerahan bibit cabai tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Program penyerahan bibit juga selaras dengan program pemerintah pusat, yakni untuk ketahanan pangan” jelasnya.
Tidak hanya menyediakan bibit, Pemerintah Desa Jeru juga memberikan pupuk untuk membantu masyarakat dalam proses perawatan tanaman. Perawatan bibit cabai tersebut relatif sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri oleh warga.
Terkait dengan perawatan, masyarakat hanya perlu melakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Sementara itu, pemberian pupuk dapat dilakukan sekitar satu kali dalam sepekan.
Dengan pola perawatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjaga pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen.
Kolaborasi Nyata
Keterlibatan Mahasiswa KKN MAs Kelompok 78 dalam kegiatan ini adalah bentuk nyata kolaborasi bersama Pemerintah Desa Jeru.
Ini juga menjadi momentum bagaimana mahasiswa dapat belajar mengenai proses pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara langsung di tingkat desa.
Kolaborasi ini semakin mempererat hubungan antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat. Di samping menjalankan program kerja yang telah dirancang, mahasiswa KKN MAs kelompok 78 juga turut mendukung dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan yang telah berjalan di Desa Jeru.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN MAs, Pemerintah Desa Jeru, dan masyarakat setempat diharapkan dapat terus terjalin selama pelaksanaan KKN dalam berbagai kegiatan mendatang.
Kehadiran mahasiswa KKN MAs di Desa ini tidak hanya memberikan kontribusi melalui program kerja kelompok yang sudah dibuat. Namun juga dapat mendukung berbagai kegiatan desa khususnya yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui penyaluran 400 bibit cabai ini, Pemerintah Desa Jeru berharap masyarakat RW 06 dapat memanfaatkan program dengan sebaik-baiknya.
Selain dapat dipanen untuk kebutuhan sehari-hari, keberadaan tanaman cabai di sepanjang lingkungan RW 06 diharapkan menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat Desa Jeru.
Dalam jangka panjang, hasil panen diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments