Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wringinanom, Kabupaten Gresik, menggelar pengajian umum sekaligus groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan SMP Muhammadiyah 16 Wringinanom (Semesta 16), Sabtu malam (12/9/2026).
Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum bersejarah bagi perjalanan pendidikan Muhammadiyah di Wringinanom. Pasalnya, peletakan batu pertama pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tersebut dilakukan pada malam hari.
Jika umumnya groundbreaking pembangunan AUM dilakukan pada pagi, siang, atau sore hari, PCM Wringinanom justru memilih malam hari untuk memulai pembangunan Semesta 16.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Muhammad Khairul Abduh, M.Si., selaku Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, sebelum menyampaikan tausiyah dalam pengajian umum.
Menurut Abduh, pelaksanaan groundbreaking pada malam hari merupakan sesuatu yang tidak biasa. Karena itu, momentum tersebut layak dicatat sebagai sejarah tersendiri bagi Muhammadiyah, khususnya PCM Wringinanom.
“Baru kali ini ada peletakan batu pertama pembangunan AUM dilaksanakan malam hari. Biasanya pagi, siang, atau sore hari. Namun malam ini adalah malam yang bersejarah karena dilaksanakan pada malam hari,” ujar Abduh.
Prosesi peletakan batu pertama kemudian dimulai. Dengan dipandu panitia, Abduh mengenakan rompi dan helm safety pembangunan sebagai simbol bahwa pembangunan SMP Muhammadiyah 16 Wringinanom secara resmi akan dimulai.
Mengenakan perlengkapan keselamatan tersebut, Abduh menuju titik lokasi yang telah disiapkan panitia. Ia kemudian mengambil cetok dan bata merah yang telah disediakan.
Dengan disaksikan para tamu undangan dan hadirin, Abduh meletakkan bata merah ke dalam lubang yang telah dipersiapkan sebagai bagian dari prosesi peletakan batu pertama pembangunan sekolah.
Setelah Abduh, prosesi dilanjutkan oleh PDM Gresik Ainul Muttaqin, M.Pd. Selanjutnya, peletakan batu dilakukan oleh Arokhman, Ketua PCM Wringinanom, kemudian Heri Siswanto, Wakil Ketua PCM Wringinanom.
Prosesi berikutnya dilanjutkan oleh Prigi Arisandi, M.Si., Founder Ecoton, serta Ustadz Firdaus, Wakil Ketua MUI Wringinanom.
Satu per satu tokoh tersebut mengambil bagian dalam prosesi sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan SMP Muhammadiyah 16 Wringinanom. Momen tersebut sekaligus menggambarkan semangat kebersamaan berbagai elemen dalam mendukung kemajuan pendidikan di Wringinanom.
Usai prosesi, Abduh kembali menyampaikan bahwa malam tersebut akan menjadi bagian penting dalam catatan perjalanan pembangunan AUM Muhammadiyah.
“Ini adalah sejarah karena groundbreaking dilaksanakan malam hari,” tegasnya.
Untuk memastikan waktu bersejarah tersebut, Abduh bahkan melihat jam tangan yang dikenakannya.
“Saya cek di jam tangan saya, tepat pukul 21.13 WIB. Dengan bacaan basmalah, kita mulai groundbreaking ini,” ucap Abduh.
Kalimat tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. Suasana pun semakin semarak, sementara prosesi peletakan batu pertama menjadi simbol dimulainya pembangunan SMP Muhammadiyah 16 Wringinanom atau yang dikenal dengan sebutan Semesta 16.
Pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar PCM Wringinanom dalam mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.
Kehadiran sekolah baru diharapkan dapat memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam menyediakan akses pendidikan yang berkualitas sekaligus membentuk generasi yang memiliki karakter dan nilai-nilai keislaman.
Momentum groundbreaking tidak berhenti sebagai seremoni pembangunan fisik. Bagi Muhammadiyah, pembangunan sarana pendidikan merupakan bagian dari gerakan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda.
Kehadiran sejumlah tokoh dalam prosesi groundbreaking juga menunjukkan semangat kolaborasi dalam pembangunan pendidikan. Jajaran PDM Gresik, PCM Wringinanom, tokoh lingkungan seperti Founder Ecoton, Pemerintah Desa Wringinanom, kepala dusun, RW dan RT, hingga unsur MUI Wringinanom turut mengambil bagian dalam momentum tersebut.
Setelah rangkaian groundbreaking selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian umum. Ustadz Muhammad Khairul Abduh, M.Si., menyampaikan tausiyah kepada para jamaah dan hadirin yang mengikuti kegiatan tersebut.
Pengajian berlangsung dalam suasana khidmat. Para peserta menyimak materi yang disampaikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PCM Wringinanom pada malam tersebut.
Bagi PCM Wringinanom, Sabtu malam 12 September 2026 bukan sekadar malam pelaksanaan pengajian umum. Malam tersebut menjadi tonggak dimulainya pembangunan SMP Muhammadiyah 16 Wringinanom (Semesta 16).
Apalagi, pukul 21.13 WIB menjadi waktu yang disebut Abduh sebagai momen dimulainya groundbreaking. Pelaksanaan pada malam hari memberikan warna tersendiri sekaligus menjadikan prosesi tersebut berbeda dari kebiasaan peletakan batu pertama AUM yang umumnya dilakukan pada siang hari.
Dengan diawali bacaan basmalah dan disaksikan para hadirin, bata merah pertama telah diletakkan. Dari satu bata tersebut diharapkan tumbuh bangunan pendidikan yang kokoh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Semesta 16 pun memulai langkahnya. Bukan hanya dengan pembangunan gedung, tetapi dengan harapan besar untuk menghadirkan generasi masa depan yang berilmu, berkarakter, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.





0 Tanggapan
Empty Comments