Hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Muhammadiyah 1 Cerme Gresik (Spemajugres) diisi dengan edukasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Sabilul Muttaqin, Jalan Raya Morowudi, Cerme, Kamis (16/7/2026), menghadirkan Penyuluh Narkoba Ahli Muda Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik, Basuki Risdiyanto, S.Pd., M.M.
Sosialisasi tersebut diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai bagian dari penguatan karakter selama MPLS Ramah. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang bahaya narkoba sekaligus menanamkan komitmen untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan Kepala SMP Muhammadiyah 1 Cerme Gresik Yuli Kusminarsih, S.Pd., pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyampaian materi P4GN, hingga sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Dalam sambutannya, Yuli Kusminarsih mengatakan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini karena peserta didik SMP mulai memasuki usia remaja yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.
“Kami berharap anak-anak memiliki bekal yang cukup untuk menjaga diri, berani mengatakan tidak terhadap narkoba, serta mampu memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Sekolah harus menjadi tempat yang aman sekaligus mendukung tumbuhnya karakter Islami,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Basuki Risdiyanto menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Menurutnya, banyak remaja terjerumus karena rasa ingin tahu, pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan, maupun minimnya pemahaman mengenai dampak narkotika.
“Bila siapa pun mempunyai masalah, jangan sekali-kali menyentuh narkoba. Narkoba bukan solusi, tetapi awal kehancuran. Sekali mencoba bisa ketagihan. Karena itu, jauhi narkoba dan selamatkan masa depanmu,” tegas Basuki.
Ia juga mengajak siswa aktif menjaga diri dengan berani menolak setiap ajakan menggunakan narkoba, memilih teman yang membawa pengaruh positif, mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, serta segera melapor kepada guru maupun pihak berwenang apabila mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Basuki beberapa kali mengajukan pertanyaan kepada peserta. Saat ia bertanya, “Kalau ada yang mengajak kalian mencoba narkoba, apa yang harus dilakukan?”, seluruh siswa serempak menjawab, “Tolak!”
Melalui materi yang disampaikan, siswa dikenalkan berbagai jenis narkoba beserta dampaknya terhadap kesehatan, prestasi belajar, kehidupan sosial, hingga konsekuensi hukum yang dapat menjerat penyalahguna maupun pengedar.
Selain itu, Basuki menekankan pentingnya peran pelajar dalam mewujudkan Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba). Menurutnya, peserta didik dapat menjadi agen pencegahan dengan membangun karakter yang kuat, aktif mengikuti kegiatan positif di sekolah, mengingatkan teman agar menjauhi narkoba, serta bijak menggunakan media sosial.
Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, Paskibraka, PMR, Karya Ilmiah Remaja (KIR), jurnalistik, olahraga, maupun tata boga, menjadi salah satu cara efektif untuk membangun lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.
Kegiatan sosialisasi mendapat sambutan antusias dari para peserta. Mereka mengikuti materi dengan serius, aktif bertanya, dan terlibat dalam diskusi mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja.
Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 1 Cerme Gresik berharap seluruh peserta didik memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba sekaligus menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
Hal tersebut sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi yang atletis, berprestasi, dan berkarakter Islami melalui pembiasaan nilai-nilai positif sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments