Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cap Jempol Warnai Penutupan MPLS SD Muhammadiyah 18 Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Cap Jempol Warnai Penutupan MPLS SD Muhammadiyah 18 Surabaya
Penyampaian penutupan secara simbolis bersama kepala sekolah kepada masing-masing kelas 1. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Jumat (17/7/2026).

Mengusung tema “Little Explorer in the Learning Jungle”, kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah tersebut diikuti 104 siswa kelas 1. Penutupan MPLS ini dirangkaikan dengan penyambutan Hari Anak Nasional melalui aksi simbolis cap ibu jari.

Kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 09.00 WIB dengan tema “Penutupan MPLS dan Menyambut Peringatan Hari Anak Nasional”. Acara ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian MPLS, tetapi juga menjadi momentum menanamkan rasa kebersamaan, semangat belajar, serta penghargaan terhadap hak dan peran anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan penyampaian motivasi oleh ustaz dan ustazah di kelas masing-masing. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mempersiapkan diri memasuki dunia belajar dengan hati gembira, penuh semangat, dan percaya diri.

Selanjutnya, seluruh siswa diarahkan menuju lapangan untuk mengikuti acara penutupan yang dipandu pembawa acara.

Kemeriahan semakin terasa saat Invicta Nasyid yang beranggotakan Alesha, Cia, Nuna, dan Sidni tampil membawakan lagu-lagu bernuansa Islami dan persaudaraan.

Selain itu, siswa juga menyaksikan unjuk bakat bela diri Tapak Suci oleh Ibrahim Dzakir Ar Rosih, siswa kelas 1 Plant. Kedua penampilan tersebut berhasil menghibur sekaligus menambah antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan.

Puncak acara ditandai dengan penutupan MPLS secara simbolis oleh Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya. Setelah itu, seluruh siswa mengikuti kegiatan utama berupa pemberian cap ibu jari pada media yang telah disiapkan sebagai simbol penyambutan Hari Anak Nasional.

Cap ibu jari warna-warni tersebut membentuk sebuah karya bersama yang melambangkan keberagaman, persatuan, dan semangat anak-anak dalam memulai perjalanan belajar di sekolah.

Dengan wajah ceria, para siswa bergantian menempelkan cap ibu jari mereka. Momen sederhana ini menghadirkan kesan mendalam sekaligus menjadi pengalaman pertama yang berharga bagi siswa baru.

Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa berakhirnya MPLS merupakan awal dari perjalanan belajar yang sesungguhnya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Pembelajaran yang lebih menarik telah menunggu kalian. Meskipun MPLS kita akhiri dengan suasana yang menyenangkan dan penuh keceriaan, perjalanan belajar di SD Muhammadiyah 18 Surabaya baru saja dimulai. Insyaallah mari kita majukan SD Muhammadiyah bersama. Semoga kalian semakin senang belajar, berani mencoba hal-hal baru, serta dapat mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran dengan baik dan penuh semangat,” ujarnya.

Setelah kegiatan di lapangan selesai, siswa kembali ke kelas bersama ustaz dan ustazah untuk menerima reward akhir Ramah MPLS sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka selama mengikuti kegiatan.

Guru juga menyampaikan informasi mengenai persiapan pembelajaran yang akan dimulai pada Senin sehingga siswa lebih siap mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh.

Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa pemilihan aktivitas cap ibu jari bukan sekadar kegiatan kreatif, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai bentuk partisipasi anak dalam menyambut Hari Anak Nasional.

“Setiap cap ibu jari merupakan simbol bahwa setiap anak memiliki potensi, harapan, dan peran penting dalam meraih masa depan. Kami berharap anak-anak merasa dihargai, dicintai, dan semakin percaya diri untuk belajar serta berkembang di sekolah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 18 Surabaya menutup rangkaian MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan cara yang kreatif, edukatif, dan penuh makna.

Aksi cap ibu jari menjadi simbol semangat menyambut Hari Anak Nasional sekaligus pengingat bahwa setiap anak merupakan pribadi istimewa yang berhak tumbuh dalam lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan menyenangkan.

Dengan semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak hari pertama masuk sekolah, seluruh siswa kelas 1 diharapkan dapat memulai proses pembelajaran dengan percaya diri, berakhlak mulia, serta tumbuh menjadi generasi Islami yang cerdas, kreatif, dan membanggakan. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu