Koordinator Komisariat (Koorkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Negeri Malang sukses menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) Bersama 2026 dengan tema “Internalisasi Ideologi, Mencipta Cendekiawan Berpribadi”.
Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta, didukung 22 panitia dan 43 instruktur, serta berlangsung selama tiga hari dua malam di SD Muhammadiyah 5 Kota Malang.
Selama rangkaian kegiatan, para calon kader mendapatkan penguatan keilmuan terkait ideologi dasar, meliputi Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Ke-IMM-an. Materi ini bertujuan membangun fondasi intelektual sekaligus memperkuat ruh perjuangan kader sebagai bagian dari Muhammadiyah.
Kegiatan dimulai pada Jumat (1/5/2026) dengan pembukaan, kontrak belajar, forum keagamaan, serta penyampaian materi ideologi dasar. Materi Al-Islam disampaikan oleh M. Naufal Tsaqif Dzakwan, S.Si, Kemuhammadiyahan oleh Sahran, Dip.Kmd., S.Pd.I., M.Pd.I., dan Ke-IMM-an oleh Eka Shofariyah Nailurrohmah, S.Ikom. Ketiga materi tersebut menekankan pentingnya landasan ketuhanan, pemahaman syariat, serta implementasi nilai dakwah dalam kehidupan berorganisasi.
Pada hari kedua, Sabtu (2/5/2026), peserta mendapatkan materi wawasan berupa Analisis Sosial oleh Insan Mukhtadawan Ramadhan, S.Pd., serta Gerakan Mahasiswa oleh Edy Gunawan, S.T. Materi ini bertujuan membentuk kepekaan sosial kader dalam membaca realitas, mengidentifikasi ketimpangan, serta merumuskan aksi yang berpihak pada kaum mustadh’afin dengan landasan teologi Al-Ma’un.
Selain itu, peserta juga dibekali literasi digital oleh Iqbal Putra Pratama, S.IP. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan mengolah informasi, memilah data, serta menghasilkan pengetahuan yang valid dan bermanfaat.
Diskusi interaktif seperti brainstorming dan focus group discussion turut mewarnai kegiatan, sehingga mendorong partisipasi aktif dan memperdalam pemahaman peserta.
Kegiatan ditutup pada Ahad (3/5/2026) dengan agenda pemantapan dan pengukuhan calon kader sebagai langkah awal dalam proses perkaderan IMM.
Melalui DAD Bersama 2026 ini, diharapkan lahir kader yang tidak hanya memahami ideologi, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam gerakan nyata yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan.





0 Tanggapan
Empty Comments