Perpustakaan Mesin Waktu di Dusun Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Gresik, hari itu ramai oleh tawa dan warna-warni kawat bulu.
Para ibu anggota PKK berkumpul mengikuti pelatihan kerajinan kawat bulu untuk membuat gantungan kunci (ganci) pada Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pkk yang dibantu oleh mahasiswa KKN Tematik Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Gresik.
Pelatihan dipimpin empat mahasiswa KKN, yaitu Silvi, Ayu, Himma, dan Yessa. Mereka memulai dengan mengenalkan bahan dan alat yang digunakan: kawat bulu aneka warna, gunting, dan cincin ganci.
Para peserta lalu diajak mempraktikkan teknik dasar memilin, melilit, dan membentuk kawat bulu menjadi bentuk-bentuk lucu.
Silvi menjelaskan bahwa kerajinan ini dipilih karena mudah dipelajari siapa saja. “Kawat bulu bahannya murah dan mudah dicari, cara membuatnya juga tidak rumit. Ibu-ibu bisa mulai dari bentuk sederhana dulu, seperti bunga atau pita” ujarnya.
Apresiasi Sekretaris Desa
Suasana pelatihan berlangsung santai. Para mahasiswa berkeliling dari kelompok 1 ke kelompok yang lain untuk membantu peserta yang masih kesulitan memilin kawat.
Tidak jarang, hasil karya yang belum rapi justru mengundang canda dan tawa di antara para ibu.
Sekretaris Desa Sukoanyar, Sri Mujannah, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, keterampilan seperti ini bermanfaat bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK.
“Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah mengajarkan keterampilan baru. Semoga ibu-ibu bisa terus berlatih dan hasilnya nanti bisa bernilai ekonomi” kata Sri Mujannah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar warga semakin kreatif dan produktif. Sri Mujannah juga mengapresiasi pemanfaatan Perpustakaan Mesin Waktu sebagai ruang belajar bagi masyarakat, tidak hanya untuk membaca, tetapi juga berkarya.
Di akhir sesi, Ayu menyampaikan harapan mewakili tim mahasiswa. “Kami ingin ilmu hari ini tidak berhenti di perpustakaan. Kalau ditekuni, ganci kawat bulu bisa jadi usaha kecil di rumah, dan siapa tahu nanti jadi produk khas Sukoanyar” tuturnya.
Para peserta membawa pulang ganci hasil karya masing-masing. Pelatihan ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa KKN dan ibu-ibu PKK.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T UMG Kelompok 22 berharap kerajinan kawat bulu dapat menjadi bekal keterampilan sekaligus peluang usaha bagi warga Dusun Sukoanyar.





0 Tanggapan
Empty Comments