Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Subuh ke Dhoho: Lawatan HW Jatim di Kediri Bahas Pembangunan hingga UMKM

Iklan Landscape Smamda
Dari Subuh ke Dhoho: Lawatan HW Jatim di Kediri Bahas Pembangunan hingga UMKM
Rombongan berfoto di pintu masuk bandara Internasional Dhoho Kediri. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Rangkaian agenda Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur di Kota Kediri berlanjut dengan kegiatan observasi lapangan pada Jumat pagi (1/5/2016). Sejak usai salat Subuh, sekitar pukul 05.10 WIB, rombongan telah bergerak menyusuri sejumlah titik strategis untuk melihat langsung dinamika pembangunan daerah.

Dipimpin oleh Dani Setiawan selaku Kepala Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, rombongan yang terdiri dari Ramanda Fathurrahim Syuhadi, Ramanda Aminulloh Fatkhur Roziqi, Ramanda Paijan, Ramanda Sholeh, serta Mas Arif memulai perjalanan dari Gedung Dakwah Muhammadiyah setempat.

Tujuan utama observasi pagi itu adalah kawasan Bandara Dhoho Kediri, yang kini menjadi salah satu ikon pembangunan baru di wilayah tersebut. Sepanjang perjalanan, Dani Setiawan memaparkan perkembangan infrastruktur Kota Kediri, termasuk pembangunan akses jalan dan konektivitas menuju jalan tol yang turut didukung oleh sektor swasta, seperti PT Gudang Garam Tbk.

Setibanya di lokasi, rombongan disuguhi pemandangan megah bandara yang berdiri di atas kawasan yang sebelumnya merupakan perbukitan. Namun, di balik kemajuan tersebut, tersimpan catatan penting terkait perubahan lingkungan.

Menurut Dani, kawasan tersebut dulunya dikenal sebagai habitat “mangga podang gunung”, varietas mangga khas dengan cita rasa asam manis yang mudah diakses masyarakat.

“Dulu siapa saja bisa mengambil mangga di sini karena masih berupa lahan terbuka,” ungkapnya.

Seiring pembangunan yang meratakan perbukitan, varietas tersebut kini sulit ditemukan. Perubahan bentang alam juga berdampak pada berkurangnya area resapan air, sehingga memicu potensi banjir di beberapa wilayah sekitar.

Menanggapi hal itu, PDM Kota Kediri telah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah dan pihak terkait. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penghijauan kembali dengan menanam ulang mangga podang gunung sebagai upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga warisan lokal.

Di area pintu masuk bandara, rombongan juga sempat meninjau bangunan ikonik menyerupai candi atau punden yang menjadi daya tarik tersendiri, meskipun fungsi pastinya belum banyak diketahui masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

Usai dari kawasan bandara, rombongan melanjutkan agenda ke sentra kuliner lokal, Warung Mbah Darmo. Di tempat tersebut, mereka menikmati hidangan khas Kota Kediri berupa nasi pecel tumpang. Meski harus mengantre cukup lama, cita rasa sambal tumpang yang gurih dan autentik memberikan kesan mendalam.

Dalam suasana santai, diskusi pun mengalir mengenai pentingnya penguatan UMKM Muhammadiyah. Salah satu gagasan yang muncul adalah perlunya menghadirkan sentra kuliner milik warga Muhammadiyah sebagai destinasi bagi tamu.

“Jika Muhammadiyah memiliki tempat seperti ini, tamu tidak perlu dibawa ke luar. Sekaligus bisa menghidupkan ekonomi warga,” menjadi salah satu ide yang berkembang dalam perbincangan tersebut.

Setelah agenda kuliner, rombongan kembali ke Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri. Meski sempat direncanakan melanjutkan kunjungan ke beberapa titik lain, keterbatasan waktu membuat perjalanan harus dilanjutkan menuju Tulungagung.

Kwarwil HW Jawa Timur juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan pelayanan selama menginap di Guest House Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri.

Kunjungan singkat ini tidak hanya menjadi ajang meninjau perkembangan daerah, tetapi juga menghadirkan refleksi penting tentang perlunya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi umat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 06/05/2026 05:36
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡