Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Refleksi Hardiknas: Revitalisasi Pemahaman terhadap Tujuan Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
Refleksi Hardiknas: Revitalisasi Pemahaman terhadap Tujuan Pendidikan
Refleksi Hardiknas: Revitalisasi Pemahaman terhadap Tujuan Pendidikan
Oleh : Ahmad Rusdi Pendidik di MAM 9 Lamongan

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan pendidikan—guru, murid, orang tua, pemerhati pendidikan, hingga pemangku kebijakan.

Salah satu refleksi penting yang perlu dilakukan adalah merevitalisasi pemahaman terhadap tujuan pendidikan itu sendiri.

Dalam praktiknya, terdapat dua istilah yang sering digunakan dalam dunia pendidikan, yaitu terdidik dan terpelajar. Sekilas, kedua istilah ini tampak serupa, namun jika dicermati lebih dalam, keduanya memiliki makna yang berbeda.

Terdidik berkaitan dengan pembentukan karakter. Dalam perspektif nilai agama, hal ini dikenal dengan istilah “Akhlakul Karimah”, yaitu budi pekerti yang mulia. Karakter tersebut tercermin dalam sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, sopan santun, dan berbagai nilai kebaikan lainnya.

Sementara itu, terpelajar merujuk pada kemampuan intelektual seseorang. Individu yang menguasai ilmu pengetahuan seperti matematika, kimia, fisika, bahasa, dan bidang lainnya dapat dikategorikan sebagai terpelajar.

Dari dua pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan pendidikan nasional—baik dalam perspektif agama maupun negara—adalah menghadirkan manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.

SMPM 5 Pucang SBY

Dengan kata lain, pendidikan ideal adalah yang mampu melahirkan individu yang pintar secara akademik sekaligus memiliki akhlak yang mulia. Bahkan dalam konteks yang lebih luas, hal ini dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial dan politik, seperti melahirkan pemimpin yang berintegritas.

Oleh karena itu, pendidikan dapat dikatakan berhasil apabila mampu mencetak manusia yang memiliki ilmu yang bermakna serta karakter yang luhur.

Momentum Hari Pendidikan Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni belaka. Lebih dari itu, nilai dan tujuan pendidikan perlu dihidupkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pendidikan benar-benar menjadi jalan pembentukan manusia yang utuh.

Revisi Oleh:
  • Satria - 05/05/2026 22:25
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡