Pada hari Senin, (4/5/2026) pukul 16.00 WIB, telah berlangsung diskusi santai namun bermakna antara seorang mahasiswa dan dosen terkait sistem pendidikan Muhammadiyah, khususnya dalam aspek kurikulum. Diskusi ini bermula dari interaksi di media sosial, di mana saudara Fakhri, mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam sekaligus kader IMM Al-Qossam, memberikan komentar terhadap sebuah postingan milik Fathur Huda, S.Sy., M.E.I.
Menanggapi hal tersebut, ia yang merupakan dosen Program Studi Perbankan Syari’ah Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMSURA sekaligus menjabat sebagai Wakil Dekan II FSIP, mengajak Fakhri untuk berdiskusi langsung guna memperdalam pembahasan. Saat ini, ia juga sedang melanjutkan studi doktoral (S3) di Universitas Airlangga dengan mengambil jurusan Ekonomi Islam.
Dalam perbincangan tersebut, Fathur Huda, S.Sy., M.E.I. menjelaskan bahwa kurikulum di lembaga pendidikan Muhammadiyah pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari kurikulum nasional yang ditetapkan oleh pemerintah.
Meskipun secara prinsip Muhammadiyah memiliki kemampuan untuk menyusun kurikulum secara mandiri, namun dalam praktiknya tetap harus menyesuaikan dengan standar nasional yang berlaku. Hal ini dikarenakan kurikulum nasional merupakan acuan utama yang wajib diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, baik negeri maupun swasta, termasuk Muhammadiyah.
Tetap Relevan
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan kurikulum nasional berfungsi sebagai standar dasar dalam sistem pendidikan Indonesia, sehingga lembaga pendidikan swasta perlu tetap berada dalam koridor tersebut agar tetap relevan dan diakui secara formal.
Selain membahas kurikulum, ia juga berbagi perjalanan hidupnya sebelum menjadi dosen. Ia pernah membantu pamannya berjualan nasi goreng, berjualan buku, menawarkan produk air mineral, hingga bekerja sebagai satpam. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, kemandirian, serta semangat juang beliau dalam menempuh pendidikan hingga mencapai posisi saat ini.
Beliau juga menyampaikan bahwa dirinya berasal dari Bojonegoro dan lahir pada tahun 1993. Saat ini, selain aktif sebagai dosen dan Wakil Dekan II FSIP UMSURA, beliau juga sedang melanjutkan studi doktoral (S3) di Universitas Airlangga dengan konsentrasi Ekonomi Islam.
Diskusi berlangsung dengan suasana santai namun penuh makna, mencerminkan adanya interaksi yang hangat antara mahasiswa dan dosen dalam membahas isu pendidikan sekaligus berbagi pengalaman hidup yang inspiratif. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments