Delegasi SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) datang lebih awal ke Malang untuk mengikuti Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026. Bersama guru pendamping, para siswa memadati Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026) pagi, untuk mengikuti prosesi pembukaan sekaligus memantapkan persiapan sebelum berkompetisi.
Sejumlah siswa yang dipercaya mewakili SD Musix mengikuti berbagai bidang kompetisi, antara lain Tim Robotik, Olimpiade Matematika, Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, ISMU in English, dan ISMU fil Arabia.
Berbeda dengan sebagian peserta yang baru tiba di lokasi pada hari pelaksanaan, kontingen SD Musix bertolak ke Malang sejak Jumat. Langkah tersebut dilakukan agar para siswa memiliki waktu untuk beristirahat, beradaptasi dengan kondisi setempat, serta mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum mengikuti kompetisi.
Awali Hari dengan Tahajud dan Subuh Berjamaah
Menjelang opening ceremony, para peserta mengawali aktivitas sejak dini hari. Mereka menunaikan salat Tahajud, membersihkan diri, kemudian melaksanakan salat Subuh berjamaah dan sarapan bersama.
“Pagi ini anak-anak sudah segar semua. Setelah salat Tahajud, bersih diri, salat Subuh, dan sarapan bersama, mereka langsung menuju Dome UMM agar bisa mendapatkan tempat duduk yang nyaman,” tutur Kepala Urusan Kesiswaan SD Musix, Ninik Nurfarida, S.Pd.
Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan karakter Islami yang diterapkan kepada para siswa. Selain mempersiapkan diri secara fisik sebelum mengikuti kompetisi, para siswa juga diajak menjaga kebersamaan dan kesiapan spiritual.
Kehadiran lebih awal di Dome UMM juga membuat para siswa memiliki waktu untuk mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan dengan lebih nyaman sebelum memasuki agenda kompetisi.
Wadah Aktualisasi Potensi di Luar Kelas
Kepala Urusan Kurikulum SD Musix, Anisa Herwati, S.Pd., M.Pd., mengatakan ajang ME Awards merupakan sarana bagi siswa untuk mengaktualisasikan potensi di luar pembelajaran formal di kelas.
“Kegiatan lomba seperti ME Awards ini merupakan wadah aktualisasi potensi anak-anak di luar kelas. Di arena inilah mereka melatih keterampilan berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kreativitas secara langsung,” terang Anisa.
Menurutnya, pengalaman berkompetisi memberikan pembelajaran yang berbeda bagi siswa. Para murid tidak hanya diuji dalam penguasaan materi akademis, tetapi juga belajar mengelola waktu, berkomunikasi, serta membangun keberanian untuk tampil dan berkompetisi.
Selain mengejar hasil kompetisi, para siswa diharapkan mampu mengambil pengalaman dari setiap proses yang mereka jalani selama mengikuti ME Awards 2026.
Kekompakan Kontingen dan Harapan Generasi Qurani
Momen kebersamaan dan kekompakan delegasi SD Musix terlihat ketika seluruh siswa dan guru pendamping berfoto bersama di pelataran Dome UMM. Mengenakan seragam kontingen, para siswa tampak siap mengikuti rangkaian kegiatan ME Awards 2026.
Kehadiran SD Musix dalam ajang tahunan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk meraih prestasi. Setiap tahapan kompetisi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menghargai proses, membangun kepercayaan diri, bertawakal, dan membawa nama baik sekolah.
Sesuai dengan kredo utama “Qur’anic and International Insight”, kontingen SD Musix siap mengikuti kompetisi ME Awards 2026 sekaligus menjadikan ajang tersebut sebagai pengalaman untuk mengembangkan potensi dan karakter siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments