Kesuksesan sebuah acara sekolah tidak hanya ditentukan oleh guru, tetapi juga oleh keterlibatan para siswa.
Hal itu tampak pada rapat koordinasi penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Kelas (MPLK) SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya.
Agenda yang dilaksanakan oleh puluhan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids ini berlangsung Rabu (22/7/2026).
Pembagian Tugas
Usai menunaikan salat Dhuhur berjamaah, para pengurus berkumpul di Hall Lantai 4. Di bawah arahan Ketua IPM Kids, Noura Malia, mereka membahas pembagian tugas secara rinci agar seluruh rangkaian penutupan yang akan digelar Jumat (24/7/2026) berlangsung tertib dan berkesan.
“Bukan hanya guru yang bertanggung jawab terhadap acara ini. Kami semua juga punya tugas masing-masing agar adik-adik kelas satu merasa senang pada hari penutupan MPLS” ujar Noura.
Ia mengawali rapat dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang meluangkan waktu istirahat untuk mengikuti koordinasi.
“Terima kasih teman-teman sudah hadir. Hari ini kita memastikan semua mengetahui tugasnya sehingga saat hari pelaksanaan tidak ada yang kebingungan” katanya.
Dalam rapat tersebut diputuskan seluruh pengurus IPM Kids bertugas menyambut peserta sejak pukul 07.00 WIB. Posisi pembawa acara MPLS dipercayakan kepada Gelsey Azalea Gandi dan Fatimah Nailah Rezani, sedangkan dokumentasi menjadi tanggung jawab Arsa Bima Alfiandra.
Selain itu, penutupan MPLS akan diwarnai dengan Deklarasi Pelajar I Am Leader yang diikuti seluruh siswa baru sebagai simbol dimulainya perjalanan mereka menjadi pelajar yang berkarakter.
“Melalui deklarasi ini kami ingin mengajak adik-adik kelas satu berani menjadi pemimpin, dimulai dari memimpin dirinya sendiri” ungkap Noura.
Sementara untuk penutupan MPLK siswa kelas II, tugas pembawa acara diberikan kepada Ayu Ida Salsabilaa dan Namia Aleesya Oxavia. Sedangkan dokumentasi diamanahkan kepada Myekaela Syakira Az-Zahrah.
Ajarkan Siswa Kepemimpinan
Menjelang berakhirnya rapat, Noura kembali mengingatkan pentingnya kekompakan seluruh pengurus.
“Kemarin teman-teman sudah luar biasa membantu menghias halaman sekolah. Semoga pada hari Jumat nanti kita juga bisa bekerja sama dengan baik. Sebelum acara dimulai kita briefing terlebih dahulu agar semua siap menjalankan tugasnya” pesannya.
Guru pembina Student Lighthouse Team (SLhT) atau IPM KIDS, Nasyiatul Lailah SPd menilai rapat tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan di Sekolah Kreatif Baratajaya tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi dipraktikkan langsung oleh para siswa.
“Di Student Lighthouse Team, setiap anak adalah pemimpin. Kepemimpinan itu dibangun melalui kesempatan untuk merencanakan, bekerja sama, hingga bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman menjadi panitia merupakan sarana bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan, berkomunikasi, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
“Saat penangkapan ikan pada kegiatan MPLS kemarin, pengurus IPM KIDS sudah menunjukkan kemampuan bekerja sebagai tim. Alhamdulillah mereka sangat membantu. Saya berharap pengalaman itu menjadi bekal untuk menyukseskan penutupan MPLS dan MPLK nanti” tuturnya.
Rapat koordinasi yang berlangsung di sela waktu istirahat tersebut menjadi gambaran bahwa di Sekolah Kreatif Baratajaya, setiap kegiatan sekolah sekaligus menjadi ruang pembelajaran.
Bagi para pengurus IPM KIDS, keberhasilan penutupan MPLS bukan sekadar terlaksananya sebuah acara, melainkan kesempatan membuktikan bahwa kepemimpinan dapat tumbuh sejak usia sekolah dasar melalui kerja sama, tanggung jawab, dan keteladanan.





0 Tanggapan
Empty Comments