
Pendidikan Gemar Infak
“Setiap kelas dipilih satu siswa peraih infak tertinggi atau siswa yang tidak pernah infak untuk memotivasi mereka mau berinfak,” ujar Nur Hamidah SPd, Wakil Kepala bidang Pembinaan dan Pembiasaan Karakter.
Menurutnya, inilah bagian proses pendidikan gemar berinfak. “Dengan memberikan pengalaman langsung, anak tahu nikmatnya berbagi ke sesama saudara Muslim,” imbuhnya.
Mengingat setiap pagi, setelah berdoa dan menyimak motivasi dari wali kelasnya–sebelum memulai pembelajaran–para siswa memang dibiasakan rajin berinfak. Mereka berbaris memasukkan uang di kotak infak.
Percakapan seru mewarnai perjalanan mereka dari satu TK ke TK lainnya. Muhammad Abrisam Ikbar memulai pembicaraan. Katanya, dia mau ikut kalau ada Mugeb Berbagi lagi. “Ajak aku lagi, Ustadzah!” ujarnya semangat. Hal ini memantik keempat teman lainnya ikut memohon agar bisa berpartisipasi di Mugeb Berbagi selanjutnya.
Mesi–sapaan akrab sang guru pendamping–menilai siswa memang semangat mengikuti kegiatan ini. Bahkan ketika sampai di TK terakhir, yaitu TK Islam Bakti 6, mereka tetap energik dan ramah mengajak ngobrol siswa TK di sana. Mereka juga inisiatif menemani Zidan, salah satu siswa, yang kebetulan belum dijemput orangtuanya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni





0 Tanggapan
Empty Comments