Assalamualaikum wr wb.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
الحمد لله الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
Jamaah Sholat iduladha yang dirahmati Allah,
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena hanya dengan ketakwaan, hidup menjadi tenang, hati menjadi lapang, dan kehidupan menjadi penuh keberkahan.
Hari ini kita berkumpul dalam suasana iduladha. Hari yang bukan sekadar tentang penyembelihan hewan, bukan hanya tentang sate dan gulai, tetapi tentang cinta, pengorbanan, dan penyucian jiwa.
Kurban adalah tanda cinta. Cinta Nabi Ibrahim kepada Allah. Cinta Nabi Ismail kepada ketaatan. Dan cinta seorang mukmin kepada sesama manusia.
Allah berfirman dalam Surat Al-Kautsar:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berKurbanlah.”
Dan dalam Surat Al-Hajj ayat 34:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan Kurban agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki hewan ternak yang diberikan kepada mereka.”
Jamaah iduladha yang dimuliakan Allah,
Di zaman modern ini, sebagian orang mempertanyakan syariat Kurban. Ada yang menganggap penyembelihan hewan adalah tindakan kejam. Namun Islam adalah agama rahmat, bahkan kepada hewan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan pada segala sesuatu. Jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan baik. Tajamkan pisaumu dan ringankan penderitaan hewan sembelihanmu.”
(HR. Muslim)
Bahkan penelitian ilmiah dari para ilmuwan di Hannover University Jerman, yakni Prof. Shcultz dan Dr. Hazim, menunjukkan bahwa penyembelihan sesuai syariat Islam justru lebih minim rasa sakit dan menghasilkan daging yang lebih sehat.
Ketika hewan disembelih dengan cepat menggunakan pisau tajam, aliran darah keluar sempurna, kesadaran menghilang lebih cepat, dan daging menjadi lebih higienis.
Islam ternyata bukan hanya benar secara spiritual, tetapi juga selaras dengan ilmu kesehatan dan sains modern.
Allahu Akbar… Allahu Akbar… Walillahil Hamd.
Jamaah Sholat iduladha rahimakumullah,
Sesungguhnya makna Kurban lebih dalam daripada sekadar penyembelihan fisik. Hari ini manusia bukan hanya sakit badan, tetapi juga sakit jiwa.
Banyak hati yang lelah. Banyak pikiran yang penuh kecemasan. Teknologi semakin canggih, tetapi manusia semakin mudah iri, sombong, tamak, dan haus pengakuan. Inilah yang disebut spiritual toxic.
Karena itu, Kurban sejatinya adalah spiritual detox, yaitu membersihkan racun-racun hati.
Yang disembelih bukan hanya kambing atau sapi, tetapi juga:
- Kesombongan
- Egoisme
- Cinta dunia berlebihan
- Kurangnya empati sosial
Jangan sampai sapinya disembelih, tetapi sifat tamaknya tetap hidup.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
Jamaah Sholat iduladha yang dirahmati Allah,
Kurban mengajarkan kita tentang:
- Ikhlas dalam memberi
- Empati kepada sesama
- Syukur atas nikmat Allah
- Belajar melepaskan keterikatan dunia
Secara ilmu kesehatan pun, berbagi ternyata menyehatkan. Penelitian neuroscience menunjukkan bahwa ketika seseorang bersedekah dan membantu orang lain, otak mengeluarkan hormon kebahagiaan seperti dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin.
Maka, orang yang memberi sejatinya sedang mengobati dirinya sendiri.
Karena itu, iduladha bukan sekadar festival sate. Jangan hanya sibuk memotret kambing terbesar atau membuat konten media sosial. Tetapi mari jadikan Kurban sebagai momentum memperbaiki hati dan memperkuat kepedulian sosial.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
Jamaah Sholat iduladha yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan iduladha tahun ini sebagai momentum hijrah hati. Mari kita belajar bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat kita bagi sesama.
Kurban mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan hanya saat menerima, tetapi saat memberi.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari penyakit iri, dengki, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang lembut hatinya, kuat ibadahnya, dan luas manfaatnya.
Mari kita tundukkan kepala, hati, dan jiwa untuk berdoa kepada Allah.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.
اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا.
Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa guru-guru kami, dan dosa seluruh kaum muslimin muslimat.
Ya Allah, jadikan Kurban kami sebagai amal yang Engkau terima, sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Mu, dan sebagai pembersih hati kami dari sifat sombong, iri, tamak, dan cinta dunia berlebihan.
Ya Allah, sehatkan tubuh kami, tenangkan hati kami, lapangkan rezeki kami, dan kuatkan iman kami.
Ya Allah, jadikan negeri kami negeri yang aman, damai, penuh keberkahan, dan jauh dari bencana serta perpecahan.
Ya Allah, bantu saudara-saudara kami yang sedang sakit, yang kesulitan ekonomi, yang tertimpa musibah, dan yang sedang kehilangan harapan.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
وصلّى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.
Wassalamu’alaikum wr wb.





0 Tanggapan
Empty Comments