Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khotbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Pendidikan Terbaik Anak

Iklan Landscape Smamda
Khotbah Iduladha: Keteladanan Nabi Ibrahim Jadi Pendidikan Terbaik Anak
Ustaz Ridwan Manan, S.Pd., M.Pd. ketika menyampaikan khotbah. Foto: Sumardani/PWMU.CO
Oleh : Sumardani

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Grabagan Tulangan menggelar Shalat Iduladha 1447 H/2026 di Lapangan Fasum Bundaran Perumtas 3 Grabagan, Rabu (27/5/2026). Bertindak sebagai khotib Kepala SMA Ponpes Al Fattah Buduran Sidoarjo, Ridwan Manan S.Pd., M.Pd., sedangkan imam dipimpin Thorik Ibrahim Amhar yang merupakan putra dari khotib.

Dalam khotbahnya, Ridwan Manan mengingatkan bahwa momentum Iduladha dapat dijadikan sarana meneladani kehidupan Nabi Ibrahim dalam mendidik keluarga dan anak-anaknya hingga melahirkan generasi unggul, baik dalam keimanan, akhlak, maupun keilmuan.

“Kehidupan Nabi Ibrahim memberikan teladan bagaimana membangun keluarga yang sukses melahirkan generasi terbaik dan menjadi panutan umat Nabi Muhammad,” terangnya.

Ia menjelaskan, ada lima keteladanan dari kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya yang perlu diterapkan dalam kehidupan saat ini.

Pertama, membangun dan menanamkan pondasi tauhid yang kuat dalam keluarga. Menurutnya, keimanan Siti Hajar saat ditinggal Nabi Ibrahim di lembah tandus bersama putranya, Ismail, menjadi bukti kuatnya pendidikan tauhid dalam keluarga tersebut.

“Siti Hajar yakin Allah akan menjaga mereka hingga akhirnya Allah menghadirkan sumber air Zamzam,” jelasnya.

Kedua, orang tua wajib membangun komunikasi yang baik dengan anggota keluarga. Meski berjauhan, Nabi Ibrahim tetap hadir membersamai keluarganya dan memastikan pendidikan berjalan dengan baik.

Saat menerima mimpi perintah Allah untuk menyembelih Ismail, Nabi Ibrahim terlebih dahulu menyampaikan hal itu kepada keluarganya. Dengan pendidikan tauhid yang kuat, Nabi Ismail menerima perintah tersebut dengan penuh ketaatan.

“Ini contoh komunikasi keluarga yang baik dan perlu diteladani,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ketiga, pentingnya memberikan keteladanan kepada anak-anak. Menurut Ridwan, tanpa keteladanan, orang tua akan kehilangan kewibawaan di hadapan anak-anaknya.

“Keteladanan adalah pendidikan terbaik bagi anak-anak. Ketika orang tua rajin sholat berjamaah dan membaca Al-Qur’an, anak-anak pun akan menirunya,” imbuhnya.

Keempat, pendidikan anak membutuhkan proses dan pengorbanan. Ia menilai, tantangan orang tua saat ini semakin berat karena anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan media sosial dibandingkan dengan keluarga.

Karena itu, orang tua harus bersabar dan istiqamah dalam mendidik anak-anaknya.

Kelima, orang tua harus senantiasa mendoakan anak-anak agar menjadi pribadi saleh, rajin mendirikan sholat, dan menjadi generasi penerus yang baik sebagaimana doa-doa yang dicontohkan Nabi Ibrahim.

Dalam sirah Nabi Ibrahim, lanjutnya, pembangunan Ka’bah juga melibatkan putranya, Nabi Ismail. Karena itu, orang tua perlu melibatkan anak-anak dalam kegiatan dakwah, sosial, maupun keagamaan.

“Semoga jamaah yang hadir dapat meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk melahirkan generasi unggul dan pemimpin umat di masa depan,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 29/05/2026 11:12
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu