Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khotbah Jumat: Kerusakan Bumi Cermin Perbuatan Manusia

Iklan Landscape Smamda
Khotbah Jumat: Kerusakan Bumi Cermin Perbuatan Manusia
Wildan ketika mengisi Khotbah Jumat di Masjid Darussalam Pengampon. Foto: Burhan
Oleh : Danar Trivasya Fikri

Kerusakan lingkungan yang semakin tampak di berbagai wilayah menjadi pengingat bagi manusia untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai khalifah di bumi. Pesan tersebut disampaikan Wildan Nanda Rahmatullah dalam Khotbah Jumat di Masjid Darussalam Pengampon, Jumat (2/10/2026).

Dalam khotbahnya, Wildan mengawali pembahasan dengan mengutip firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Wildan menyampaikan, berbagai bencana yang terjadi di Indonesia menjadi salah satu pengingat tentang dampak kerusakan lingkungan. Banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan, hingga pencemaran air merupakan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

Menurutnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada lingkungan secara fisik. Kerusakan juga dapat muncul dalam kehidupan moral dan sosial masyarakat.

Ia menyoroti berbagai penyimpangan dari ajaran Islam, sikap sebagian generasi muda yang mulai memandang remeh ajaran agama, pergaulan bebas, hingga kasus pembunuhan yang melibatkan generasi muda.

Manusia sebagai Khalifah di Bumi

Wildan kemudian mengingatkan bahwa manusia memiliki amanah besar untuk menjaga bumi. Hal itu sebagaimana disebutkan Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 30:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’”

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Wildan, ayat tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan Allah kepada manusia untuk menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi.

“Allah sudah menaruh kepercayaan yang luar biasa kepada manusia untuk merawat bumi ini. Maka, sudah sepatutnya kita menjaganya semaksimal mungkin,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari tindakan besar. Setiap orang dapat memulainya dari lingkup kehidupan sehari-hari.

Beberapa di antaranya adalah membuang sampah pada tempatnya, menggunakan air secara bijak, serta memilah sampah sebelum membuangnya.

Menurut Wildan, kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga amanah Allah sekaligus mencegah kerusakan yang lebih besar.

“Menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu. Setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat lingkungan yang menjadi tempat hidup bersama,” ujarnya.

Ia mengajak jamaah menjadikan kondisi lingkungan sebagai bahan introspeksi. Kerusakan yang tampak di sekitar hendaknya tidak hanya dilihat sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki perilaku manusia.

Dengan demikian, pesan Surat Ar-Rum ayat 41 agar manusia kembali ke jalan yang benar dapat diwujudkan melalui perubahan sikap, baik dalam menjaga lingkungan maupun memperbaiki kehidupan moral.

Revisi Oleh:
  • Satria - 03/10/2026 10:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu