Ratusan siswa dan guru Perguruan Muhammadiyah Tlogomas, Malang, menggelar salat istisqa pada Jumat (23/10/2026) untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan.
Kegiatan ini diikuti warga tiga lembaga pendidikan, yakni MTs Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah 2, dan MA Muhammadiyah 1 Malang. Pelaksanaan salat istisqa tersebut merupakan tindak lanjut imbauan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur agar warga Muhammadiyah melaksanakan salat istisqa dan berdoa memohon hujan.
Sebelum salat dimulai, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan salat istisqa dan doa yang dibaca. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan ibadah sunah yang telah mereka pelajari.
Syaiful Arif, S.Ag., M.Pd., yang bertindak sebagai khatib, menyampaikan pesan tentang pentingnya bersyukur, memperbanyak istigfar, dan memohon hujan yang membawa keberkahan.
“Sebagai insan beriman, kita harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah, baik berupa ilmu, kesehatan, harta, maupun nikmat lainnya. Allah telah menjanjikan akan menambah nikmat kepada hamba-Nya yang bersyukur, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ibrahim ayat 7,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan sehingga perlu memperbanyak istigfar dan bertobat. Menurutnya, pertobatan perlu disertai tekad untuk tidak mengulangi kesalahan serta memperbanyak perbuatan baik.

Salat istisqa, lanjutnya, merupakan ikhtiar umat Islam untuk memohon hujan kepada Allah, terutama ketika kemarau panjang menyebabkan kekurangan air dan kebakaran di berbagai daerah.
“Salat istisqa merupakan ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, bukan bencana. Di tengah kemarau panjang dan kekurangan air di berbagai daerah, kita perlu memperbanyak doa, istigfar, dan ibadah kepada Allah,” tuturnya.
Di akhir khotbah, Syaiful mengajak jemaah untuk terus meningkatkan rasa syukur, memperbanyak istigfar, dan memperbaiki kualitas ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Pembiasaan Ibadah Siswa
Sementara itu, Slamet Riadi, S.Pd., Tim Penjamin Mutu Madrasah, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat istisqa juga menjadi bentuk penerapan langsung materi ibadah yang telah dipelajari siswa, termasuk berbagai macam salat sunah.
“Salat istisqa ini merupakan bentuk penerapan langsung dari materi ibadah yang telah dipelajari siswa, termasuk berbagai macam salat sunah. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk mempraktikkan ibadah secara langsung,” jelasnya.
Menurut Slamet, kegiatan keislaman di lingkungan sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pembelajaran agama tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap berbagai kegiatan keislaman dan pembiasaan ibadah ini dapat membentuk karakter Islami siswa sesuai dengan visi dan misi madrasah, yaitu menjadi madrasah unggul berkarakter Islam dan berwawasan internasional,” ujarnya.
Melalui kegiatan salat istisqa dan pembiasaan ibadah lainnya, Perguruan Muhammadiyah Tlogomas berharap dapat menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat karakter siswa.






0 Tanggapan
Empty Comments