Kepedulian terhadap anak yatim dan kelompok rentan diwujudkan melalui program Sharing is Caring yang diselenggarakan Kajian Aisyah dan MT Annisa di bawah naungan Majelis Tabligh Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Wage. Kegiatan ini bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) dan Lazismu PRM Wage serta didukung sejumlah donatur dan sponsor.
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan Selasa (18/8/2026) dengan mengunjungi dua lembaga sosial di Sidoarjo, yakni Rumah Singgah Ikrom Wage dan Griya Balita Sahabat Yatim Dhuafa (SYD) Indonesia di Ganting, Sidoarjo.
Sebanyak 32 jamaah Kajian Aisyah dan MT Annisa mengikuti kegiatan tersebut. Rombongan tiba di Rumah Singgah Ikrom sekitar pukul 08.00 WIB dan disambut pengurus rumah singgah.
Berbagi untuk Anak Yatim di Rumah Singgah Ikrom Wage
Kegiatan dibuka dan dipandu Anita Rakhmawati. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan pengurus Rumah Singgah Ikrom, H. Musman, S.H., M.M.
Musman menyampaikan bahwa saat ini terdapat 17 anak yatim dan piatu yang tinggal di rumah singgah tersebut. Dari jumlah itu, satu anak menempuh pendidikan SMA, enam anak berada di jenjang SMP kelas VIII dan IX, sedangkan sepuluh lainnya masih duduk di bangku SD.
Selain mendapatkan tempat tinggal dan pendampingan, anak-anak di Rumah Singgah Ikrom juga memperoleh berbagai materi pembinaan dari Ranting Muhammadiyah Wage. Materi tersebut meliputi akidah, ibadah, akhlak, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta pembinaan lainnya.
Musman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Terima kasih banyak atas donasi dan infak Bapak dan Ibu semuanya. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi anak-anak yatim kami,” ungkapnya.
Koordinator Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) PRA Wage, Sunaring Hartati, juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus Rumah Singgah Ikrom dan para donatur yang telah mendukung program Sharing is Caring.
“Kita berusaha membahagiakan anak-anak yatim agar mereka tidak merasa terlalu kehilangan orang tuanya. Kita juga mendukung ibu-ibu untuk terus menjalankan program kegiatan demi kemajuan Ranting Aisyiyah dan Muhammadiyah Wage,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sharing is Caring, Wagiati Marfia Utami Putri, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme para donatur. Menurutnya, donasi yang semula ditargetkan Rp5 juta kemudian meningkat menjadi Rp7 juta hingga akhirnya terkumpul Rp12.940.000.
“Alhamdulillah, target donasi kita awalnya Rp5 juta, kemudian Rp7 juta, dan akhirnya terkumpul Rp12.940.000. Pagi ini kita berbagi untuk Rumah Singgah Ikrom Wage dan SYD Sidoarjo,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, panitia menyerahkan donasi secara simbolis sebesar Rp5 juta kepada Rumah Singgah Ikrom Wage. Selain itu, diberikan pula 20 paket snack untuk anak-anak.
Setelah penyerahan donasi, rombongan berkesempatan melihat secara langsung fasilitas Rumah Singgah Ikrom.
Lanjutkan Kepedulian ke Griya Balita SYD Indonesia
Usai mengunjungi Rumah Singgah Ikrom Wage, rombongan jamaah Kajian Aisyah dan MT Annisa melanjutkan perjalanan menuju Griya Balita Sahabat Yatim Dhuafa (SYD) Indonesia di Ganting, Sidoarjo.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Wage, Rista Rahmaniasti. Ia menyampaikan bahwa program Sharing is Caring merupakan wujud kepedulian perempuan berkemajuan terhadap anak yatim dan balita terlantar.
“Kegiatan Sharing is Caring ini adalah wujud kepedulian kita sebagai wanita berkemajuan terhadap anak yatim dan balita terlantar,” ujarnya.
Selanjutnya, perwakilan Griya Balita SYD Indonesia, Ika Hesti Nofiana, memaparkan perjalanan lembaga sosial tersebut yang telah berdiri selama kurang lebih sembilan tahun.
“Lembaga ini berawal dari kepedulian kita terhadap anak yatim, balita terlantar, dan lansia yang membutuhkan bantuan maupun pengobatan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pada awal berdirinya, para pendiri bahkan menggunakan uang pribadi untuk membeli tanah yang kemudian dikembangkan menjadi tempat pelayanan sosial. Salah satu pendiri SYD Indonesia adalah Arif.
Seiring berjalannya waktu, gerakan sosial tersebut berkembang dan kini didukung sekitar 1.200 relawan. SYD Indonesia memiliki beberapa unit pelayanan sosial, di antaranya Griya Lansia, Griya Yatim, Griya Samara, Griya Balita, dan Griya ODGJ.
Griya Balita menjadi tempat perawatan bayi dan balita terlantar. Anak-anak yang berada di sana berasal dari berbagai daerah, seperti Papua, Malang, Medan, Blitar, Sidoarjo, dan sejumlah daerah lainnya. Latar belakang mereka pun beragam dan kompleks.
Setelah pemaparan mengenai kegiatan dan pelayanan sosial SYD Indonesia, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis. Donasi diserahkan oleh Nadir, S.E., dari Lazismu PRM Wage kepada perwakilan SYD Indonesia.
Selain donasi, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa snack, susu balita, dan buah-buahan yang dikemas dalam beberapa kardus, serta uang saku untuk anak-anak yatim.
Rombongan kemudian diajak melihat fasilitas Griya Balita dan kondisi anak-anak yang berada dalam pengasuhan SYD Indonesia.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang menguatkan semangat kepedulian para jamaah. Mereka tidak hanya berbagi dalam bentuk materi, tetapi juga hadir secara langsung untuk melihat perjuangan para pengasuh dalam memberikan kasih sayang, perhatian, dan pengasuhan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Program Sharing is Caring menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial Kajian Aisyah dan MT Annisa di bawah naungan Majelis Tabligh PRA Wage. Dengan menggandeng MPKS dan Lazismu PRM Wage serta dukungan para donatur dan sponsor, kegiatan ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Semangat berbagi tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan dakwah Aisyiyah yang tidak hanya disampaikan melalui kajian, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata untuk membantu dan membahagiakan sesama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments