Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Kifaya Nanayu Sukandar, siswa Tahfidz Class X-4, berhasil meraih Gold Medal dalam Kompetisi Juara Sains Indonesia (KJSI) bidang studi Kimia tingkat nasional, Rabu (19/8/2026).
Kompetisi yang digelar secara daring tersebut diikuti 704 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Capaian ini semakin istimewa karena diraih Kifaya di tengah kesibukannya sebagai siswa Tahfidz Class yang memiliki target menghafal Al-Qur’an.
Untuk menghadapi kompetisi, Kifaya melakukan persiapan secara konsisten. Ia rutin mengerjakan soal-soal olimpiade dari tahun sebelumnya sekaligus memperdalam sejumlah materi Kimia, mulai dari stoikiometri, struktur atom, ikatan kimia, hingga dasar-dasar kimia organik.
“Persiapannya dengan belajar dan latihan soal-soal olimpiade tahun sebelumnya secara konsisten. Saya juga memperdalam materi lanjutan seperti stoikiometri, struktur atom, ikatan kimia, hingga dasar-dasar kimia organik,” ungkap Kifaya.
Menurut Kifaya, tantangan kompetisi bukan hanya terletak pada tingkat kesulitan soal. Pelaksanaan secara daring membuatnya harus mampu mengatur waktu dengan baik, terutama ketika menghadapi soal-soal perhitungan Kimia yang membutuhkan ketelitian.
Selain itu, ia harus menjaga konsentrasi selama kompetisi berlangsung agar pengerjaan soal tidak terganggu kendala teknis, seperti jaringan internet. Waktu yang terus berjalan membuat setiap soal harus diselesaikan dengan cepat sekaligus cermat.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Gold Medal yang diraih Kifaya menjadi bukti bahwa konsistensi belajar dapat berjalan beriringan dengan aktivitas menghafal Al-Qur’an.
“Semoga keberhasilan meraih Gold Medal ini menjadi awal bagi saya untuk terus mengukir prestasi di ajang yang lebih tinggi,” ujar Kifaya.
Sementara itu, guru pembimbing Kifaya, Vinna Tanjung Cahyaning Ratri, S.Pd., mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia mengapresiasi semangat Kifaya yang mampu berprestasi di bidang akademik sekaligus menjalani aktivitas sebagai penghafal Al-Qur’an.
Menurut Vinna, keikutsertaan dalam kompetisi bukan semata-mata tentang memperoleh medali. Keberanian untuk mencoba, belajar dari proses, dan berani menghadapi tantangan merupakan pencapaian yang jauh lebih penting.
“Dalam kompetisi, kemenangan adalah bonus. Tetapi berani melangkah ke panggung lomba adalah juara yang sesungguhnya,” pesannya.
Prestasi Kifaya menjadi motivasi bagi siswa Smamita lainnya untuk terus mengembangkan potensi, baik dalam bidang akademik, tahfidz, maupun berbagai kompetisi lainnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments