الحمد لله الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.
Amma ba’du.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Allah SWT berfirman:
«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102)»
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita telah memasuki bulan Muharam, salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah. Kehadirannya setiap tahun membawa pesan yang sangat dalam, yaitu tentang perjalanan waktu dan perjalanan hidup manusia.
Sering kali kita merasakan bahwa waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin kita menjalani Ramadan. Tiba-tiba sudah Iduladha. Rasanya baru saja memulai tahun ini, namun kini kita sudah memasuki tahun Hijriah yang baru.
Padahal jumlah jam dalam sehari tetap sama, dua puluh empat jam. Tidak bertambah dan tidak berkurang. Namun mengapa waktu terasa semakin cepat?
Karena sesungguhnya bukan waktunya yang semakin cepat, melainkan usia kita yang terus berkurang.
Setiap hari yang berlalu berarti satu hari umur kita berkurang. Setiap tahun yang berganti berarti kita semakin dekat dengan perjumpaan kepada Allah Swt.
Karena itu Allah bersumpah dengan waktu dalam Al-Qur’an:
«وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1-2)»
Mengapa Allah bersumpah dengan waktu?
Karena waktu adalah modal hidup yang paling berharga. Harta yang hilang masih dapat dicari. Jabatan yang lepas bisa diraih kembali. Ilmu yang kurang masih bisa dipelajari. Tetapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.
Rasulullah saw bersabda:
«نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Jamaah yang berbahagia,
Muharam hadir sebagai momentum muhasabah. Momentum untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri kita masing-masing:
– Apakah ibadah kita selama setahun terakhir semakin baik?
– Apakah salat kita semakin khusyuk?
– Apakah bacaan Al-Qur’an kita semakin meningkat?
– Apakah akhlak kita semakin mulia?
– Apakah keberadaan kita semakin memberi manfaat bagi keluarga, tetangga, dan masyarakat?
Jangan sampai yang berganti hanya kalendernya, sementara diri kita tetap sama. Jangan sampai usia bertambah, tetapi amal saleh tidak bertambah.
Rasulullah ﷺ mengingatkan:
«الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengevaluasi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi)»
Muharam juga mengingatkan kita tentang hijrah. Bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik.
– Hijrah dari lalai menjadi peduli.
– Hijrah dari maksiat menuju taat.
– Hijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik.
– Hijrah dari hidup yang hanya mengejar dunia menuju kehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat.
Rasulullah saw bersabda:
«وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari)»
Maka marilah kita jadikan tahun baru Hijriah ini sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khotbah Kedua
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kembali saya berwasiat kepada diri saya dan kepada jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Di awal tahun Hijriah ini, marilah kita merenungkan sabda Rasulullah ﷺ:
«خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Bukan panjang umur yang menjadi ukuran kemuliaan seseorang, tetapi kualitas amal selama umur itu digunakan.
Semoga Allah menjadikan sisa usia kita lebih baik daripada masa yang telah berlalu.
Semoga Allah memberi keberkahan pada waktu-waktu kita.
Semoga Allah membimbing kita untuk mengisi hari-hari dengan ibadah, ilmu, amal saleh, dan pengabdian kepada sesama.
Doa
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.
اللهم بارك لنا في أعمارنا وأوقاتنا وأعمالنا، واجعل خير أعمالنا خواتيمها وخير أيامنا يوم نلقاك.
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.
اللهم اجعل هذا العام الهجري عامًا مليئًا بالبركة والخير والإيمان والسلامة للإسلام والمسلمين.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.





0 Tanggapan
Empty Comments