Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Digital Peace Creator, FKPT Jatim dan BNPT Ajak 250 Duta Pelajar Cegah Radikalisme

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Digital Peace Creator, FKPT Jatim dan BNPT Ajak 250 Duta Pelajar Cegah Radikalisme
Dok: Andi Hariyadi
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Sebanyak 250 duta pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan Digital Peace Creator yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi digital sekaligus mendorong peran generasi muda dalam mencegah radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diajak memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan perdamaian dan menciptakan konten kreatif yang edukatif.

Narasumber pertama, Muchamad Arifin, Kepala Bidang Penelitian FKPT Jawa Timur sekaligus Instruktur Nasional Moderasi Beragama Kementerian Agama Republik Indonesia, menyampaikan materi bertajuk “Kreatif di Dunia Digital, Damai di Dunia Nyata”.

Arifin mengajak para pelajar menggunakan ruang digital secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan menyebarkan pesan positif.

Namun, tanpa literasi digital yang memadai, ruang digital juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, propaganda, hingga paham yang membenarkan kekerasan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pemaparan Arifin adalah penggunaan game online dan interaksi di ruang digital. Permainan daring dapat menjadi sarana hiburan, tetapi penggunaan secara berlebihan berpotensi mengganggu kegiatan belajar, pola tidur, hubungan sosial, dan pencapaian masa depan pelajar.

Interaksi dengan orang yang tidak dikenal melalui permainan daring maupun media sosial juga perlu disikapi secara bijak. Para pelajar didorong melindungi data pribadi, tidak mudah memercayai orang yang baru dikenal, serta meminta bantuan orang tua, guru, atau pihak tepercaya ketika menemukan ajakan mencurigakan, intimidasi, maupun konten yang mengarah pada kekerasan.

Dalam pemaparannya, Arifin menyampaikan pesan agar pelajar tetap mampu mengendalikan diri saat menggunakan teknologi.

“Game boleh menjadi hiburan, media sosial boleh menjadi tempat berkarya, tetapi jangan sampai kita kehilangan kendali atas diri sendiri. Kalian memiliki keluarga yang menyayangi, cita-cita yang harus diperjuangkan, dan masa depan yang perlu dijaga,” menjadi pesan yang disampaikan Arifin kepada para peserta.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan sikap menghargai perbedaan sebagai bagian dari upaya mencegah radikalisme di kalangan pelajar.

Konten yang menghasut permusuhan, mempertentangkan kelompok masyarakat, atau membenarkan kekerasan perlu dinilai secara cermat dan tidak diterima begitu saja.

Melalui program Digital Peace Creator, para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator konten perdamaian.

Berbagai karya, seperti video pendek, poster digital, dan infografis, dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan toleransi, persahabatan, antiperundungan, serta penolakan terhadap kekerasan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Arifin juga mendorong para duta pelajar meneruskan pesan literasi digital kepada teman sebaya dan lingkungan sekolah masing-masing. Pendekatan kreatif dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan generasi muda diharapkan membuat kampanye perdamaian lebih mudah diterima dan menjangkau masyarakat secara luas.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan pelajar dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, produktif, dan damai. Teknologi diharapkan menjadi sarana membangun persaudaraan, merawat keberagaman, dan menjaga masa depan bangsa, bukan untuk menyebarkan kebencian.

Pesan utama yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Kreatif di Dunia Digital, Damai di Dunia Nyata”, dengan ajakan untuk cerdas bermedia, kreatif berkarya, dan menolak segala bentuk kekerasan.

Alma, siswa kelas X-5 SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (SMAMSA) yang mengikuti kegiatan tersebut, menilai Digital Peace Creator Jatim 2026 bermanfaat bagi pelajar, khususnya untuk meningkatkan literasi digital dan kreativitas dalam membuat konten edukatif.

Menurut Alma, kegiatan ini juga relevan dengan bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan (PIP) dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan pelajar.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan pembuatan konten secara langsung.

Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada anggota IPM lainnya dan diterapkan dalam program kerja bidang PIP.

Yoga, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SMA Muhammadiyah 1 Surabaya yang mendampingi siswa dalam kegiatan tersebut, menilai program ini dapat mendukung penguatan ideologi Pancasila di kalangan pelajar.

Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap pola dan indikasi gerakan terorisme yang berpotensi melemahkan ideologi Pancasila.

Menurutnya, SMAMSA menekankan pembentukan profil pelajar Pancasila untuk memperkuat karakter kebangsaan, membangun ideologi yang kuat, serta menumbuhkan pemahaman Islam yang berkemajuan.

Keterlibatan pelajar dan guru dalam Digital Peace Creator diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat literasi digital sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap pengguna teknologi memiliki tanggung jawab dalam menjaga ruang digital tetap aman dan damai.

Revisi Oleh:
  • Satria - 22/10/2026 19:42
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu