Iklan SDM 4 Mudipat 2026

DMC RSML: Penyintas Gempa Pota NTT, Tak Hanya Butuh Obat, tapi Juga Edukasi WASH

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
DMC RSML: Penyintas Gempa Pota NTT, Tak Hanya Butuh Obat, tapi Juga Edukasi WASH
DMC RSML: Penyintas Gempa Pota NTT, Tak Hanya Butuh Obat, tapi Juga Edukasi WASH. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kepadatan pengungsian dan kondisi psikologis penyintas pascagempa bumi di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memunculkan tantangan kesehatan baru.

Selain pelayanan medis, edukasi mengenai kebersihan diri, air bersih, dan sanitasi lingkungan menjadi kebutuhan yang semakin penting pada selasa (25/08/2026).

Dokter Disaster Medical Committee (DMC) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), dr. Muhammad Ivanda Dewantara (dr. Ivan), mengatakan kondisi pengungsian yang padat berpotensi meningkatkan berbagai gangguan kesehatan. Sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, dyspepsia, myalgia, dan cephalgia.

“Kondisi pengungsian yang terlalu padat dan kondisi psikis penyintas yang menurun dapat meningkatkan potensi munculnya berbagai keluhan kesehatan. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dengan pelayanan pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi kesehatan,” ujar dr. Ivan.

WASH Jadi Kebutuhan Mendesak

Di tengah kondisi tersebut, DMC RSML menilai promosi kesehatan melalui program WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) perlu diperkuat.

WASH mencakup edukasi mengenai kebersihan diri, pengelolaan air bersih, serta sanitasi lingkungan. Hal ini penting untuk mencegah penyakit menular yang berpotensi muncul di lingkungan pengungsian.

“WASH menjadi bagian penting dalam kondisi pengungsian. Masyarakat perlu memahami bagaimana menjaga kebersihan diri, menggunakan dan mengelola air bersih, serta menjaga sanitasi lingkungan,” ujar dr. Ivan.

Namun, tenaga yang dapat memberikan edukasi WASH secara langsung kepada pengungsi masih terbatas. Karena itu, dibutuhkan tambahan relawan yang secara khusus dapat membantu program tersebut.

Menurut dr. Ivan, kehadiran relawan WASH diharapkan dapat membuat edukasi dilakukan secara lebih rutin dan menjangkau lebih banyak pengungsi.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Harapannya, dengan adanya tambahan relawan yang fokus pada WASH, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan bersama bisa semakin meningkat,” katanya.

Bersihkan Sampah, Gandeng Mahasiswa KKN

Promosi kesehatan tidak hanya dilakukan melalui penyuluhan. Tim juga melakukan pembersihan sampah di lingkungan posko sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan tempat pengungsian.

Untuk memperkuat kegiatan promosi kesehatan, DMC RSML juga akan melakukan koordinasi dengan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai mitra strategis.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas edukasi kepada masyarakat, khususnya mengenai pola hidup sehat dan praktik WASH dalam kehidupan sehari-hari di tengah kondisi pengungsian.

Bagi DMC RSML, respons kesehatan pascabencana tidak berhenti ketika pasien selesai diperiksa. Pencegahan penyakit melalui lingkungan yang bersih, perilaku hidup sehat, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar kondisi kesehatan penyintas tetap terjaga.

“Pelayanan kesehatan dan promosi kesehatan harus berjalan bersama. Kami tidak hanya datang ketika masyarakat sakit, tetapi juga berupaya mendorong masyarakat agar mampu menjaga kesehatan mereka selama berada di pengungsian,” pungkas dr. Ivan. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu