Suasana ceria dan penuh gelak tawa menyelimuti hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix), Jumat (17/7/2026).
Kegiatan penutup tersebut dikemas melalui panggung dongeng edukatif bertajuk “Setan Gendut dan Setan Kurus” yang dibawakan pendongeng nasional Kak Erin bersama boneka tangan lucunya, Cici.
Berlatar backdrop utama MPLS bertema “Growing with the Qur’an, Shining for the World”, Kak Erin tampil penuh energi menyapa ratusan peserta didik baru. Dengan gaya bercerita yang komunikatif, interaktif, dan ekspresif, ia berhasil menghidupkan suasana aula sekolah.
Kehadiran boneka Cici yang jenaka juga membuat anak-anak larut mengikuti setiap alur cerita.
Sebelum dongeng dimulai, lantunan salawat menggema memenuhi ruangan. Kak Erin mengajak seluruh siswa bersalawat sambil bernyanyi dan bergerak bersama.
Suasana hangat tersebut seketika mencairkan suasana dan mengikis rasa canggung anak-anak yang baru memasuki lingkungan sekolah baru.
Filosofi Setan Gendut dan Setan Kurus
Memasuki inti cerita, Kak Erin menyampaikan kisah jenaka sarat makna tentang karakteristik setan gendut dan setan kurus.
Dalam dongeng tersebut, setan gendut digambarkan senang tinggal di rumah orang-orang yang sering lalai mengingat Allah. Mereka tidak membaca doa sebelum makan, melupakan adab saat masuk kamar mandi, hingga tidur tanpa membaca doa perlindungan.
Akibatnya, setan merasa nyaman karena selalu berhasil menggoda manusia dalam berbagai aktivitas tersebut.
Sebaliknya, setan kurus digambarkan merana karena tinggal di rumah orang-orang yang rajin mengamalkan doa-doa harian. Penghuninya disiplin membaca doa sebelum dan sesudah makan, berdoa ketika masuk dan keluar kamar mandi, membaca doa sebelum tidur, bahkan membiasakan diri bangun malam untuk melaksanakan salat Tahajud.
Karena selalu gagal menggoda dan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengganggu penghuni rumah yang taat, setan tersebut akhirnya digambarkan merana hingga berbadan kurus kering.
Celoteh Polos Ibrahim Mengundang Tawa
Alur dongeng semakin interaktif ketika Kak Erin mengajak anak-anak berdialog langsung di tengah cerita.
“Kalau begitu, Kak Erin mau berteman dengan setan gendut saja. Biar bisa makan banyak. Siapa di sini yang mau ikut?” pancing Kak Erin.
Mendengar pertanyaan tersebut, beberapa siswa spontan mengangkat tangan sambil tertawa.
“Saya, Kak!” sahut salah seorang siswa.
Kak Erin kemudian menimpali dengan ekspresi lucu, “Ayo, kalau begitu kita jalan-jalan bersama setan gendut, ya.”
Namun, suasana riuh itu tiba-tiba diselingi jawaban polos seorang siswa yang berdiri dan berbicara dengan lantang.
“Kalau begitu, saya memilih berteman dengan setan kurus saja, Kak. Saya tidak mau ikut setan gendut, saya mau masuk surga!” tegasnya.
Jawaban spontan tersebut langsung disambut tepuk tangan dan gelak tawa dari seluruh peserta serta guru yang mendampingi.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menghibur sekaligus menguatkan pesan moral utama yang disampaikan melalui dongeng.
Tanamkan Kebiasaan Berdoa Sejak Dini
Melalui metode mendongeng yang menyenangkan, Kak Erin mengajak anak-anak membiasakan diri membaca doa dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter Islami sekaligus membentengi anak-anak dari perilaku buruk sejak dini.
Agenda mendongeng ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian MPLS SD Musix Surabaya yang berlangsung selama sepekan, 13–17 Juli 2026.
Selama lima hari, peserta didik baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, teman sebaya, budaya belajar, serta berbagai pembiasaan Islami yang menjadi ciri khas SD Musix.
Melalui tema “Growing with the Qur’an, Shining for the World”, SD Musix menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, dan siap menebar kemaslahatan.
Rangkaian MPLS pun ditutup dengan wajah-wajah ceria para siswa baru. Gelak tawa, gema salawat, dan pesan-pesan kebaikan menjadi kenangan awal yang manis bagi perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar SD Musix Surabaya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments