Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sukses menghadirkan inovasi teknologi berupa Website Profil Dusun dan Etalase UMKM yang terintegrasi dengan fitur Smart Map di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Program inovasi digital ini diserahterimakan secara resmi kepada para Kepala Dusun (Kasun) setempat pada Ahad, (30/8/2026).
Inovasi teknologi tepat guna ini lahir dari temuan mahasiswa mengenai minimnya jejak digital bagi potensi ekonomi dan fasilitas publik di Desa Sumberwuluh. Padahal, desa ini memiliki deretan UMKM penggerak ekonomi warga, mulai dari Sastro Decoration di Dusun Sumberwuluh hingga sentra produksi Cak Rul Helmet di Dusun Geneng, yang selama ini belum tersentuh ekosistem digital secara maksimal.
Moch A’ang Fajar Rahman, mahasiswa Teknik Informatika sekaligus 2 tim Teknik Informatika KKN Kelompok 17 UMG menjelaskan bahwa perancangan sistem ini didahului dengan observasi mendalam dan pendekatan kultural bersama para tokoh masyarakat.
“Melalui tradisi sowan bersama para Kasun, kami menggali informasi dan memetakan potensi desa. Setelah itu, kami melakukan survei lapangan dari Dusun Jombangan hingga batas Selogendogo untuk mencatat titik koordinat presisi. Titik koordinat ini krusial untuk mengaktifkan fitur navigasi Smart Map kami,” ujar A’ang.
Sistem Smart Map tersebut dirancang sangat interaktif dan mudah diakses. Pendatang atau masyarakat yang berkunjung cukup memindai QR Code fisik yang terpasang strategis di gapura dusun untuk langsung masuk ke ekosistem website.
Menariknya, sistem navigasi ini tidak hanya mengandalkan titik peta, tetapi juga dilengkapi panduan visual berupa video interaktif yang merekam rute perjalanan langsung dari titik gapura tersebut menuju lokasi UMKM atau fasilitas umum yang dituju.
Sebagai solusi berkelanjutan, arsitektur sistem ini sengaja dibangun menggunakan pendekatan Zero Code atau tanpa bahasa pemrograman rumit yang memberatkan. Sistem ini juga dirancang bebas biaya perawatan (0% maintenance cost).
“Tujuannya agar ekosistem digital ini tidak membebani kas desa untuk biaya server tahunan. Selain itu, perangkat desa atau warga yang tidak memiliki latar belakang IT sekalipun dapat dengan mudah mengelola dan memperbarui data UMKM di masa depan,” tambah A’ang.
Dalam agenda serah terima tersebut, para mahasiswa tidak hanya memaparkan hasil akhir website, tetapi juga memberikan demonstrasi langsung penggunaan sistem dari titik gapura. Mereka turut menyerahkan dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan website agar tongkat estafet digitalisasi desa dapat dilanjutkan secara mandiri.
Inisiatif mahasiswa UMG ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai luaran program KKN semata, melainkan menjadi langkah awal agar seluruh potensi di Desa Sumberwuluh dapat terus bertumbuh, dikenal luas oleh publik, dan memiliki jejak digital yang abadi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments