Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) yang terdiri dari dosen Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Teknik melaksanakan program pengabdian masyarakat di Posyandu Keluarga Kejawan Putih Tambak, Surabaya, Selasa (4/11/2025).
Program ini berfokus pada pemberdayaan kader Posyandu melalui inovasi aplikasi digital bernama PosgaCare, yang dirancang untuk membantu kader dalam melakukan pemantauan kesehatan balita, lansia, serta kelompok usia produktif secara terintegrasi dan efisien.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2025, sebagai dukungan terhadap inisiatif dosen dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Program ini diketuai oleh dr. Muhamad Reza Utama, MHPE., dengan anggota tim Asri, S.Kep., Ns., MNS., Ph.D., dan Ashr Hafiizh Tantri, S.Kom., M.Kom.. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter sebagai pendamping lapangan dalam pelatihan dan implementasi kegiatan pengabdian masyarakat.
Menurut Reza Utama, kegiatan ini berangkat dari tantangan yang dihadapi kader Posyandu, yaitu masih banyaknya proses pencatatan data yang dilakukan secara manual dan belum terintegrasi.
“Kami menghadirkan aplikasi PosgaCare sebagai solusi digital agar kader Posyandu dapat melakukan pencatatan dan pemantauan kesehatan masyarakat secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi,” ujarnya.
Melalui aplikasi PosgaCare, kader dapat mencatat data tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta indeks massa tubuh (IMT) secara langsung melalui perangkat smartphone. Data yang tersimpan kemudian dapat ditampilkan dalam bentuk grafik perkembangan kesehatan, sehingga memudahkan kader memantau kondisi balita, lansia, maupun kelompok usia produktif. Dengan demikian, potensi masalah seperti stunting pada balita atau hipertensi pada lansia dapat terdeteksi lebih dini.
Selain sebagai alat bantu pencatatan, PosgaCare juga berfungsi sebagai media edukasi digital interaktif yang memudahkan kader dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Melalui fitur edukatif di dalam aplikasi, kader dan anggota Posyandu dapat mengakses artikel serta poster mengenai gizi seimbang, pola hidup sehat, dan pencegahan penyakit tidak menular.
Reza Utama menambahkan, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan kader dan anggota Posyandu dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen UM Surabaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) serta poin 4 (Pendidikan Berkualitas).
“Kami ingin kader Posyandu menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu berperan sebagai agen edukasi kesehatan di lingkungan mereka,” jelasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments