Dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melatih guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kabupaten Jember membuat media hologram sederhana untuk mendukung pembelajaran Biologi yang lebih visual dan interaktif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2026 bertajuk Bio-Smart Inklusif Jember yang diketuai Dr. Ali Usman, M.Pd. Program tersebut bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan Project-Based Learning (PjBL) serta pendekatan inklusif.
Media hologram sederhana diperkenalkan sebagai alternatif untuk membantu guru memvisualisasikan konsep Biologi yang abstrak atau sulit diamati secara langsung. Pemanfaatan media ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik.
Berangkat dari Kebutuhan Guru
Program Bio-Smart Inklusif Jember disusun berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan tim dosen Unmuh Jember. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 65 persen guru belum pernah mengikuti pelatihan khusus mengenai integrasi STEM-PjBL dengan pembelajaran inklusif.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Melalui program ini, guru didorong mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam proses belajar berbasis proyek.
Aspek inklusivitas turut menjadi perhatian. Guru diarahkan untuk mempertimbangkan keberagaman karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang bermakna.
Ketua tim, Dr. Ali Usman, M.Pd., menjelaskan bahwa teknologi sederhana dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembelajaran Biologi.
“Pemanfaatan teknologi sederhana dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran Biologi yang lebih menarik, kontekstual, dan inklusif. Kreativitas guru dalam memanfaatkan media sederhana juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Guru Praktik Membuat Media Hologram
Pelaksanaan program mencakup analisis kebutuhan, pelatihan Smart Teaching, lokakarya STEM-PjBL inklusif, praktik pembuatan media hologram, serta pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, guru mengikuti pemaparan materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik terbimbing. Mereka juga didorong mengintegrasikan media hologram ke dalam rancangan pembelajaran Biologi berbasis proyek.
Berdasarkan laporan kemajuan program, kegiatan pelatihan dan pendampingan telah menghasilkan media hologram sederhana serta perangkat pembelajaran berbasis STEM-PjBL inklusif. Tim juga menyusun modul pelatihan dan panduan pembuatan hologram sebagai bahan pendukung bagi guru.
Hingga tahap pelaporan kemajuan, lebih dari 70 persen rangkaian kegiatan yang direncanakan telah terlaksana. Program ini juga diarahkan pada pembentukan komunitas praktisi Smart Teaching di lingkungan MGMP Biologi Kabupaten Jember agar para guru dapat berbagi pengalaman dan mengembangkan media pembelajaran secara berkelanjutan.
Dilanjutkan dengan Lesson Study
Untuk mendukung penerapan hasil pelatihan, program Bio-Smart Inklusif Jember dilanjutkan dengan pendampingan implementasi pembelajaran dan kegiatan lesson study. Kegiatan ini meliputi tiga tahapan, yaitu Plan, Do, dan See.
Pada tahap Plan, guru menyusun perencanaan pembelajaran. Tahap Do dilakukan melalui pelaksanaan pembelajaran, sedangkan tahap See digunakan untuk melakukan refleksi bersama terhadap proses pembelajaran, termasuk mengidentifikasi aspek yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki.
Melalui tahapan tersebut, guru diharapkan dapat mengevaluasi penggunaan media hologram dalam pembelajaran, bukan sekadar menghasilkan media sebagai produk pelatihan. Program selanjutnya difokuskan pada penyempurnaan produk, monitoring, pendampingan di sekolah, dan penguatan komunitas praktisi.
Melalui program Bio-Smart Inklusif Jember, Unmuh Jember berharap kolaborasi perguruan tinggi dan komunitas guru dapat memperkuat kompetensi pendidik serta mendukung pengembangan pembelajaran Biologi yang inovatif, partisipatif, dan inklusif di Kabupaten Jember. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments