Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dr. Syamsudin: Muhammadiyah Harus Adaptif, Moderat, dan Berkemajuan

Iklan Landscape Smamda
Dr. Syamsudin: Muhammadiyah Harus Adaptif, Moderat, dan Berkemajuan
Silaturahmi Dr. Syamsuddin dengan PCIM Malaysia di Rumah Hamka Malaysia. Foto: Aunillah/PWMU.CO
pwmu.co -

Muhammadiyah harus terus berkembang sebagai organisasi Islam modern yang adaptif terhadap perubahan zaman. Pengembangan organisasi tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi peningkatan mutu dan kualitas.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Syamsuddin,  M.Ag. saat silaturahmi bersama kader Muhammadiyah di Rumah Hamka (RUHAMA), Batu Caves, Gombak, Malaysia, Rabu (6/5/2026) malam.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal lahir sebagai gerakan pembaruan yang terbuka terhadap kemajuan.

“Pengembangan organisasi tidak cukup hanya pada bangunan fisik. Yang lebih penting adalah peningkatan mutu dan kualitas agar Muhammadiyah tetap menjadi organisasi yang adaptif, berkembang, dan berkemajuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah yang didirikan pada 1912 oleh KH Ahmad Dahlan memiliki karakter modernis dan tidak menolak perubahan yang membawa kemajuan umat.

Menurutnya, semangat tajdid atau pembaruan telah menjadi ruh Muhammadiyah sejak awal berdiri. Bahkan sebelum Majelis Tarjih resmi dibentuk pada 1927, Muhammadiyah telah menghasilkan berbagai keputusan hukum dan fatwa keagamaan.

“Ini menunjukkan tradisi ijtihad sudah hidup sejak awal Muhammadiyah berdiri,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Syamsudin juga menyinggung sejumlah inovasi Muhammadiyah pada masa awal perkembangan organisasi. Muhammadiyah menjadi pelopor khutbah Jumat menggunakan bahasa lokal atau bahasa bumiputera serta menginisiasi pelaksanaan shalat Id di lapangan terbuka pada masa kolonial.

Selain itu, Muhammadiyah juga dikenal dengan fatwa-fatwa progresif, salah satunya terkait pemanfaatan dana infak masjid untuk kemaslahatan umat seperti pendidikan dan kegiatan sosial.

Ia menilai, pemikiran reformis lahir dari kegelisahan para tokoh Islam terhadap kondisi umat yang tertinggal dibanding bangsa lain.

“Pertanyaan mendasarnya adalah mengapa umat Islam tertinggal sementara bangsa lain maju. Dari situ muncul semangat pembaruan,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, para tokoh reformis seperti Ahmad Surkati (pendiri Al Irsyad) dan Ahmad Dahlan memiliki kesamaan semangat dalam memurnikan ajaran Islam sekaligus mendorong kemajuan umat.

Dr. Syamsudin juga menegaskan bahwa Muhammadiyah dibangun dengan sistem organisasi yang kuat dan tidak bergantung pada kharisma individu.

“Yang diperkuat adalah sistem organisasi dan tata kelola institusi. Karena itu pimpinan Muhammadiyah harus memiliki profesionalisme dan standar moral yang tinggi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, struktur Muhammadiyah bersifat egaliter. Seluruh majelis dan lembaga merupakan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) sehingga tidak ada hierarki superior antarmajelis.

“Keputusan-keputusan penting dihasilkan secara kolektif, termasuk dalam persoalan keagamaan seperti KHGT,” imbuhnya.

Dalam bidang kemandirian organisasi, Muhammadiyah disebut mampu berdiri secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. Bahkan Muhammadiyah memiliki tingkat kredibilitas tinggi dan dipercaya lembaga keuangan dalam pengelolaan dana.

Selain itu, Muhammadiyah juga dikenal memiliki sistem administrasi yang rapi dan profesional.

“Administrasi Muhammadiyah diakui sebagai salah satu yang paling rapi di Indonesia karena menggunakan sistem manajemen modern,” jelasnya.

Silaturahim tersebut menegaskan kembali karakter Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern yang menekankan pembaruan (tajdid), moderasi (wasathiyah), profesionalisme, sistem organisasi yang kuat, serta orientasi pada kemajuan umat. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 07/05/2026 06:49
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡